WartaSolo.com – LSM: kebijakan luar negeri SBY gagal memenangkaan kepentingan nasional. Hal ini berdasarkan pernyatan sebuah LSM yang bernama Indonesia Civil Society Forum on Foreign Policy (ICFP – Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Kebijakan Luar Negeri) terkait pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah berjalan selama 10 tahun.

Meskipun SBY berhasil membuat Indonesia menjadi Negara yang aktif pada forum-forum internasional, tapi ICFP menilai bahwa semua itu masih belum mampu memberi keuntungan kepada kepentingan nasional.


SBY dianggap tak bisa memanfaatkan diplomasi luar negeri dengan baik untuk kepentingan rakyat, sedangkan Indonesia dalam posisi sedang aktif terlibat langsung di berbagai forum internasional.

“Negara kita aktif di G20, APEC, WTO, dan juga ASEAN. Tapi mengapa keterlibatan secara aktif tersebut masih gagal memenangkaan kepentingan nasional,” ucap aktivis ICFP, Khoirun Nikmah kepada awak media, sebagaimana dilansir situs JPNN, Minggu (12/10/2014).

Menurut Nikmah, banyaknya kegagalan yang terjadi menjadikan bukti bahwa pernyataan keberhasilan yang dicapai SBY selama ini hanyalah semu dan tak punya dasar. Rasa bangga SBY yang telah menjadi pemimpin sekaligus tuan rumah dalam forum-forum internasional seperti Bali Democracy Forum, yang aktif diselenggarakan sejak tahun 2008, tak lebih hanyalah sebuah pencitraan.

Sekadar informasi bahwa ICFP merupakan gabungan dari beberapa organisasi, yakni INFID, IGJ, WALHI, PWYP, WVI, PATTIRO, Migrant Care, ASPPUK, Koalisi Perempuan Indonesia dan Bina Desa.