WartaSolo.com – Banyak orang mengira penyakit Angin Duduk adalah penyakit masuk angin biasa. Sesungguhnya penyakit yang kerap menimbulkan kematian dan mucul tiba-tiba nyaris tanpa gejala apapun ini sebenarnya merupakan serangan jantung.

Universitas Airlangga Surabaya pernah melakukan sebuah penelitian di pada tahun 1980-an. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, ketika orang-orang yang merasa masuk angin diperiksa, sebenarnya 30 persen di antara mereka terkena serangan jantung koroner.


Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang menuju ke bagian depan dan bawah jantung, jadi rasanya seperti masuk angin. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan pula ternyata orang Indonesia banyak mengalami penyumbatan pembuluh darah koroner arteri LAD (left anterior descending).

Dr.Jetty Sedyawan, Sp.JP (K), dari Yayasan Jantung Indonesia berkata “Angin duduk itu adalah bahasa awam, yang dirasakan seperti masuk angin berat. Biasanya dikerik atau dipijat gejalanya tidak hilang. Sebetulnya itu kena serangan jantung,”

Dilansir Laman Kompas, Kamis (9/10/2014),serangan jantung yang tidak disadari itu akan menimbulkan komplikasi pada 1-2 jam pertama berupa gangguan irama jantung. “Sudah ada penyempitan di pembuluh darahnya lalu gangguan listrik jantung, akibatnya jantung tidak berdenyut tapi hanya bergetar saja sehingga tidak ada pasokan ke otak. Terjadilah kematian mendadak,” paparnya dalam acara peluncuran asuransi AXA Heart and Save di Jakarta (8/10/14).


Jetty juga mengungkapkan bahwa, 90 persen kematian mendadak disebabkan karena jantung. “Gangguan irama jantung bisa disebabkan karena berbagai sebab, misalnya stres atau kurang elektrolit. Tapi sifatnya sementara. Nah, pada serangan jantung gangguan irama ini berbahaya,” ujar dokter yang juga menjabat sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Gejala serangan jantung sangat variatif, namun secara umum tanda utama yang perlu diwaspadai adalah rasa sakit pada bagian dada yang hebat dan bertahan lama dilanjutkan dengan rasa nyeri yang menyebar keluar dada menuju ke bahu kiri dan lengan, ke punggung, bahkan ke gigi dan rahang. Serangan ini diiringi dengan sesak nafas.

Serangan jantung juga bisa didahulu sederet serangan angina (perasaan berat atau sesak), tetapi tidak jarang terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Karena itulah waktu sangat berharga. “Time is muscle, makin lama dibawa ke rumah sakit makin berkurang pasokan darah yang dibutuhkan tubuh,” imbuhnya.