WartaSolo.com – Malam ini akan menjadi malam yang kesekian kalinya untuk fenomena gerhada bulan total. Disebutkan oleh peneliti dari Lapan, Gunawan, gerhana bulan total yang ramai disebut dengan Blood Moon nanti Rabu malam, 8 Oktober 2014 bisa diamati oleh mereka yang tinggal di benua Asia dan Amerika termasuk Indonesia.

Seperti diketahui gerhana bulan sendiri terjadi ketika sebagian atau keseluruhan penampakan bulan tertutup oleh bayangan bumi. Cahaya matahari yang biasanya terpantul oleh satelit bumi itu, terhalang. Cahaya tersebut terbiaskan, sehingga pada gerhana bulan total seakan-akan warna merah darah tercitra pada permukaan bulan. Orang-orang di belahan bumi bagian utara menyebutnya sebagai Bulan Darah atau Blood Moon.


Disebutkan oleh National Geographic, untuk mengamati gerhana bulan total nanti malam, kita membutuhkan daerah pengamatan khusus, yaitu daerah yang memungkinkan kita untuk mengarahkan pandangan langsung ke horizon timur tanpa terhalang oleh apa pun.

Gerhana bulan total malam nanti hampir bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Aceh. Di wilayah tersebut, bulan terbit setelah gerhana bulan total berakhir. Meskipun demikian, kita yang berada di Aceh masih bisa menyaksikan momen akhir dari gerhana bulan sebagian, ketika bulan terhalang sebagian bayangan bumi alias tidak terhalang sepenuhnya.

Sementara itu dikutip dari Metro TV, peneliti Lapan, Gunawan menyatakan bahwa gerhana bulan total nanti malam akan berlangsung kurang dari satu jam. Meskipun demikian, ia yakin semua orang bisa mengamatinya. Apalagi gejala alam yang satu ini baik disaksikan untuk menambah ilmu pengetahuan bagi siapa pun.

“Total gerhana bulan pada Rabu malam dapat berlangsung selama 58 menit. Karena itu, saya imbau … bisa melihat langsung gejala alam gerhana bulan,” ungkapnya.