WartaSolo.com – Mayang Prasetyo, seorang waria asal indonesia jadi korban pembunuhan sadis warga negara Australia. Tubuhnya dimutilasi dan dimasak oleh suaminya, Marcus Peter Volke di Teneriffe, Queensland, Australia.

Mayang dikenal sebagai waria pekerja seks komersial (PSK) yang berpenghasilan tinggi. Ia bahkan tak ragu mematok harga US$200-US$500 atau Rp2,4 juta-Rp6 juta untuk satu jam layanan seksual.


Mayang dan Peter Volke berkenalan saat sama-sama belajar bahasa Jerman di Gothe Institut, Surabaya. Dorithy Volke, ibunda Peter mengakui anaknya dan Mayang menjalin hubungan lebih dekat saat kedua sama-sama bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar. Pada akhirnya, keduanya memutuskan menikah pada akhir bulan November atau Desember 2013.

Salah seorang teman dekat Peter Volke dan Mayang yang tak mau disebutkan jati dirinya mengaku mereka terlihat sangat senang saat memutuskan untuk hidup bersama pada bulan Agustus 2013 lalu. Ia menyebut Volke merupakan sosok pria yang pemalu dan tidak terlalu banyak bicara.


Sebelumnya diberitakan, seorang warga negara Indonesia dibunuh dan dimutilasi oleh kekasihnya di Brisbane, Australia, demikian leterangan dari Direktur Informasi Kementerian Luar Negeri Sofia Sudharma, Senin (6/10/2014).

WNI atas nama Mayang Prasetyo pada Sabtu (4/10/2014) pukul 9 malam waktu Brisbane dibunuh, dimutilasi, dan direbus oleh kekasihnya, Markus Peter Volke warga Australia di apartemen mereka di Teneriffe, Brisbane, Queensland.

Pelaku ketika akan ditangkap polisi melarikan diri kemudian bunuh diri sekitar 100 meter dari TKP dekat tong sampah. Pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai chef di sebuah kapal pesiar. Korban berasal dari Melbourne dan baru pindah sementara ke Brisbane sekitar 6 bulan lalu.

KJRI sedang berkoordinasi dengan Polisi Brisbane yang sedang melakukan investigasi, namun hasilnya belum final. KJRI Sydney juga sedang berkoordinasi dengan KJRI Melbourne tentang detail informasi mengenai pembunuhan Mayang Prasetyo