WartaSolo.com – LIPI: Megawati jangan kelamaan ngambek terhadap lawan-lawan politiknya. Sebab, memang tak sepantasnya bersikap demikian karena dia tak hanya berperan sebagai pribadi tapi juga selaku pucuk pimpinan partai. Apalagi PDIP adalah partai pemenang pemilu.

Menurut Siti Zuhro selaku Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyatakan bahwa sekarang ini sangat genting sebab telah dekat dengan momentum Joko Widodo yang merupakan kader PDIP yang akan dilantik sebagai presiden. Siti menyatakan bahwa Megawati harus mempertimbangkan banyak hal, jika berharap agar pelantikan dan pemerintahan Jokowi dapat berjalan dengan lancar.


Masalahnya adalah pada pola komunikasi politiknya, terutama dengan partai lain yang berada dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Siti menyarankan agar PDIP mengubah pola komunikasi politiknya yang dinilai masih bergaya oposisi tersebut. Sebab, jika hal itu tak dilakukan maka PDIP dan pemerintahan Joko Widodo nantinya hanya akan menjadi bulan-bulanan.

“Cara komunikasinya tidak cair. Padahal, kan PDIP merupakan partai pemerintah, sudah semestinya pola seperti itu diubah dan tak memerankan diri lagi sebagai partai oposisi,” tandas Siti Zuhro, sebagaimana dikutip dari laman JPNN, Minggu (5/10/2014).

Namun, lanjut Siti, perubahan pola dan gaya PDIP tak dilakukan dengan tangkas. “PDIP masih kurang lincah berubah gaya dari oposisi menjadi partai pemerintah,” ungkapnya.


Siti mengakui bagi PDIP memang tak semudah itu dapat seimbang dengan posisi KMP, dikarenakan jumlah suara yang masih jauh dibawah jumlahnya dan komposisinya yang ramping. Akan tetapi kenyataan dalam politik mengharuskan seorang pemimpin dapat piawai dalam melakukan komunikasi politik.

“Seperti halnya yang pernah menjadi kebiasaan almarhum Taufik Kiemas. Beliau itu luar biasa sebab dapat menjadikan lawan beraroma kawan,” tandasnya.

Dia (Taufik Kiemas), bahkan dapat menjadikan partai yang tengah dioposisi tak memposisikan sebagai lawan. Sehingga menjadi wajar jika akhirnya pada periode yang lalu Taufik Kiemas bisa terpilih sebagai ketua MPR RI.

“Didalam dunia politik ada yang namanya simbiosis mutualisma. Artinya bahwa dalam politik ada hal-hal yang menjadi syarat untuk dipenuhi supaya antar kepentingan dapat saling menguntungkan. Sehingga PDIP mau tak mau wajib untuk memperkuat kerjasama itu,” tuturnya.

Menurut Siti, sayangnya saat ini Megawati tak melakukan hal serupa yang telah lama dirintis oleh Taufik Kiemas tersebut. Akibatnya, Megawati selaku Ketua Umum PDIP harus mau memperbaiki pola komunikasi politiknya terhadap pihak lain.

Walaupun terbilang telah terlambat untuk dilakukan, namun Siti memberi saran bahwa tetap diperlukan adanya pembicaraan dan pendekatan. Tak perlu bertahan dengan pola komunikasi yang tak kondusif terhadap rekonsiliasi politik kedepan.

“Sebaiknya PDIP berintrospeksi dan mereposisi dari oposisi beralih ke partai pemerintah. Jangan sampai menyalahkan pihak lain dan memakai cara lama yang nantinya malah merugikan,” pungkasnya.