WartaSolo.com – Seorang peneliti asal Selandia Baru mengatakan temuan terbaru mengenai efek mengkonsumsi parasetamol secara rutin selama keamilan cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, hal ini diduga beresiko meningkatkan terjadinya Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak yang akan dilahirkannya kelak.

Penelitian ini dilakukan oleh The Auckland University dan hasilnya dirilis pada Jumat di awal September . Hasil dari penelitian ini menyatakan, adanya hubungan yang erat antara obat penghilang rasa sakit yang dikonsumsi saat hamil dengan gangguan perilaku pada anak yang dilahirkan.



Penelitian yang dipimpin Dr John Thompson ini melakukan analisa penggunaan obat seperti acetaminophen, aspirin, antasid, dan antibiotik selama kehamilan, yang kemudian mengukur gejala ADHD pada anak-anak berusia 7 dan 11 tahun.

Hasilnya, dari 871 orang bayi di Eropa, setengah dari ibu yang mengonsumsi acetaminophen dalam bentuk parasetamol selama masa kehamilan, memiliki keturunan yang berisiko mengalami ADHD.

“Penemuan ini terkait dosis rendah acetaminophen atau parasetamol (terindikasi dari rentan waktu berapa minggu obat itu bereaksi) dapat memengaruhi perilaku seorang anak 7 tahun kemudian. Dan yang paling umum digunakan adalah obat antenatal,” kata Dr. Thompson.

Daily Mail melansir bahwa Dr. Thompson mengungkapkan bahwa penelitian ini tidak memiliki data pasti apakah ADHD akan berlanjut saat anak beranjak remaja atau memasuki usia pubertas.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan penilaian yang lebih tepat dari risiko dan konsekuensi pengambilan obat penghilang rasa sakit selama masa kehamilan,” kata dia menekankan.