Doa dan Niat Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 12 September 2016. Hari Raya Idul adha atau lebaran hari raya qurban telah diambang pintu. Di negera kita Indonesia, pelaksanaan hari lebaran idul adha insya Allah akan jatuh pada hari Senin (12/09/2016). Yang diawali dengan puasa sunnah arafah, malam takbiran, sholat Ied, dan puncaknya adalah penyembelihan hewan kurban yang umumnya di Indonesia berupa hewan kambing dan sapi.

Hukum berkurban sendiri untuk muslim yaitu Sunnah Muakkad bagi yang mampu. Niat merupakan masalah yang sangat penting dalam ibadah seorang mukmin. Seperti ibadah qurban harus dilakukan dengan niat.


والنية شرط لصحة التضحية

“Niat adalah syarat sah berqurban.” (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/380).

Namun niat itu datangnya dari hati dan bukan untuk dilafalkan. Karena jika seseorang mengucakan lafal tersebut namun tidak sesuai dengan isi hatinya maka tidak dihitung sebagai niat. Seperti Niat ibadah qurban misalnya. Kemudian dia mendapatkan jawaban, bahwa niat amal ini bunyinya : nawaitu al-udhiyata bi syaatin lillahi ta’ala.

Doa dan Niat Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 12 September 2016

Ketika diucapkannya niat ini hendak menyembelih, namun tidak mengetahui artinya maka ini tidak bisa disebut dengan niat. Selama anda sudah punya keinginan untuk menyembelih hewan x sebagai qurban, maka anda sudah dianggap berniat untuk melakukan qurban.

Sebagai contoh, anda mentransfer sejumlah uang atau menyerahkan hewan qurban untuk panitia qurban, maka itu sudah dianggap berniat untuk qurban. Syarat halalnya sembelihan yang terkait dengan ucapan adalah membaca basmallah. Allah berfirman,

“Janganlah kalian makan hewan yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelih. Sesungguhnya itu hewan yang tidak halal.” (QS. Al-An’am: 121)

Di ayat yang lain, Allah memerintahkan untuk makan hewan yang dibacakan basmallah ketika menyembelih:

“Makanlah binatang yang disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya, jika kalian orang yang beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 118).

Disunnahkan bagi orang menyembelih hewan kurban untuk membaca BASMALAH, TAKBIR, dan DOA AGAR DITERIMA. Hal ini sebagaimana yang tersebut dalam Shahihain, dari Qatadah dan Anas Radhiyallahu ‘Anhuma,

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا

“Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkurban dengan dua ekor domba jantan putih campur hitam lagi bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya sambil membaca BASAMALAH dan bertakbir dan meletakkan kaki beliau diatas leher keduanya.”

Dalam lafadz Muslim dari riwayat Anas, “Dan beliau membaca:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Dalam Shahih Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda saat menyembelih hewan kurbannya,

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta umat Muhammad.

Imam Nawawi berkata dalam mensyarah hadits ini: Di dalamnya terdapat dalil untuk dianjurkannya seorang pengorban saat menyembelih bersamaan membaca Bismillah dan takbir  membaca Allahumma Taqabbal Minni (Ya Allah Terimalah dariku).”

Bacaan Saat Menyembelih Sendiri

Jika seseorang menyembelih sendiri hewan kurbannya yang diperuntukkan atas nama dirinya dan keluarganya untuk membaca saat menyembelih:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْ أَهْلِي

Bismillah Wallahu Akbar, Ya Allah terimalah dariku dan keluargaku.

Atau dengan menyebut namanya sendiri:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

Bismillah Wallahu Akbar, Ya Allah terimalah dari fulan dan keluarga fulan.

Atau membaca bacaan lainnya:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِيْ

Bismillah Wallahu Akbar, Ya Allah ini dariku dan dari keluargaku.

Ini didasarkan kepada hadits dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Aku menghadiri Shalat Idul Adha bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Mushalla. Saat beliau selesai berkhutbah, beliau turun dari mimbarnya. Kemudian dibawakan satu ekor domba lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelihnya sendiri dengan tangannya sambil membaca:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

“Bismillah Allahu Akbar, Ini dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.” (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)

Terdapat redaksi dalam riwayat lain,

اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

“Ya Allah, sesungguhnya ini dari-Mu dan untuk-Mu.” (Irwa’ al-Ghalil, no. 1138, 1152) [Lihat Al-Syarh al-Mumti’, Al-‘Allamah al-Utsaimin: 7/492]

Jika Menyembelihkan Kurban Orang Lain

Jika seseorang menyebelihkan kurban orang lain maka sesudah membaca Basmalah dan Takbir,

هَذَا عَنْ فُلَانٍ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانٍ وَآلِ فُلَانٍ

“Ini dari si fulan, Ya Allah, terimalah dari fulan dan keluarga fulan.” (Dinukil dari fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin.)

Bacaan Pokok Saat Menyembelih

Pada dasarnya bacaan yang wajib ketika menyembelih adalah membaca BASMALAH, yakni BISMILLAH atau BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Adapun bacaan tambahan sesudahnya adalah sunnah, bukan wajib. Dasarnya, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. ” (QS. AL-An’am: 121)

Begitu pula firman-Nya:

فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ

Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatN” (QS. Al-An’am: 118)

Wallahu Ta’ala A’lam. Tak lupa kami tim WartaSolo mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 2016 1437H [Nailah Azka – WartaSolo.com]