WartaSolo.com – Serial Kartun anak-anak yang tayang di salah satu stasiun televisi di Indonesia, Spongebob Squarepants nampaknya sekarang akan terancam dihentikan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memasukkan Spongebob Squarepants dalam acara kartun yang harus diwaspadai bersama dengan Crayon Shincan yang tayang di RCTI.

KPI meminta pihak televisi untuk membuang atau menghapus adegan-adegan yang dianggap tidak pantas, seperti memelorotkan celana dan mengejek. KPI juga mengancam jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka izin kartun tersebut akan dicabut.


Beragam komentar dari masyarakat muncul terkait isu bahwa tayangan kartun Spongebob Squarepants akan dihapus. Melalui jejaring sosial Twitter, pengguna twitter langsung bereaksi dengan membuat tagar #SaveSpongebob di Twitter dan menjadikannya trending topik pada Kamis malam (25/09/2014).

Seorang penggemar pemilik akun Ratih Husnun @HusnunRatihRW bahkan menuliskan Daripada Spongebob Yang Dihapus, Mending Hapus GGS Aja ! #savespongebob.

Selain Ratih, sejumlah pemilik twitter juga bereaksi serupa. Pemilik akun @Ungaek bahkan membandingkan kartun Spongebob dengan kurikulum 2013, Jangan hapus cartoon semasa kecil kami kalau kur.2013 masih ada *roftl #savespongbob

Pemilik akun @suryapradana bahkan menirukan gaya salah satu artis sinetron TV, Spongebob dan film kartun lain diberhentiin? Trs anak kecil yang masih dibawah 6tahun mau disuruh nonton film Omg hellow?:’I yang bernada sindiran terhadap salah satu sinetron yang ada di stasiun TV.

Untuk saat ini KPI tidak akan menghapus tayangan tersebut, namun KPI akan menjatuhkan sanksi administratif kepada stasiun televisi yang menyiarkan dan menginstrusikan stasiun televisi untuk menghilangkan muatan kekerasa dan adegan berbahaya yang tidak pantas ditiru oleh anak-anak.

Namun selain di Indonesia, ternyata dinegara Kazakhstan juga kurang disukai. pejabat negara Kazakhstan juga menganggap Spongebob sebagai “biang kerok bengal” dan “perusuh”.

Namun terlepas dari pro kontra yang timbul mengenai tayangan untuk anak-anak, alangkah baiknya bimbingan orang tua untuk mendampingi anak saat menonton acara TV diterapkan sehingga anak-anak bisa memilah mana yang baik dan yang buruk.