WartaSolo.com – Sebentar lagi hari raya Idul Adha akan segera tiba, penjual hewan kurban yang menawarkan dagangannya sekarang mudah dijumpai. Beragam jenis hewan kurban semakin beragam, tentu saja harga yang ditawarkan berbeda pula tergantung ukuran hewan kurban tersebut. Bila anda berniat untuk berkurban, banyak hal yang perlu anda perhatikan saat membeli hewan kurban.

Tidak semua pedagang menjual hewan kurban berkualitas baik. Karena terkadang ada oknum pedagang nakal yang menjual hewan kurban berpenyakit, seperti penyakit ataupun ada yang tidak memenuhi syarat untuk berkurban. Khusus untuk hewan berpenyakit tentulah akan sangat membahayakan untuk dikonsumsi.


“Beberapa kasus ada beberapa pedagang yang membawa ternak tidak sehat, seperti mata belek, sakit mata, ada juga cacar,” beber Ely,Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Senin (29/9/2014).

Ely mengungkapkan, selama ini banyak masyarakat yang belum paham akan hewan kurban yang layak, terutama dari segi usia.

“Kalau domba itu di atas satu tahun, kalau sapi di atas dua tahun. Jadi kalau mau membeli, lihat giginya apakah masih gigi susu atau sudah ada yang tanggal. Umur juga kan menentukan sah atau tidaknya kurban,” terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman kurban 2013, pihaknya menemukan sekira 1.700 ekor kambing yang belum cukup umur dan 400 lainnya terindikasi berpenyakit di Kota Bandung.

Untuk itu diperlukan kejelian masyarakat dalam memilih hewan kurban sebelum dibeli.  Kementerian Pertanian mengimbau, membeli hewan kurban yang telah disertai surat keterangan sehat. Dimana surat keterangan kesehatan hewan kurban ini dikeluarkan oleh dinas peternakan di masing-masing daerah. Itu sebagai jaminan jika hewan yang dijual benar-benar sehat untuk dikonsumsi. Walaupun harganya sedikit lebih mahal.