WartaSolo.com – Bulan depan, mobil terjangkau dan ramah lingkungan atau kita kenal dengan mobil LCGC seperti Daihatsu Ayla dan Toyota diprediksi bakal naik. Hal ini berdasar pada persetujuan pemerintah cq Kementerian Perindustrian terkait permintaan kenaikan harga tersebut.

Presdir PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR, ketika ditemui di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 di Jakarta, Senin (22/9/2014) mengatakan bahwa surat telah dikirimkan ke pemerintah mengenai kenaikan harga mobil LCGC.



Diakui Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menyetujui kenaikan harga LCGC Daihatsu Ayla dan Toyota Agya.

Kenaikan harga perlu dilakukan seiring dengan biaya produksi yang meningkat seperti kenaikan tarif listrik, upah pekerja, dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar. Berdasarkan diskusi panjang dengan pihak-pihak terkait, kenaikannya mobil LCGC nantinya hanya 6,6 persen.

Saat ini, lanjut Budi, Daihatsu Ayla dan Toyota Agya yang sudah mencapai satu tahun peredarannya di Indonesia. Sedangkan merek lain, seperti Honda Brio Satya dan Suzuki Karimun Wagon R belum satu tahun.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rachmat Samulo ketika dikonfirmasi mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima surat persetujuan kenaikan harga LCGC Toyota Agya dari Kemenperin.

Ia juga mengakui telah mengirim surat terkait permintaan kenaikan harga, sesuai dengan peningkatan inflasi.

“Kalaupun sudah disetujui, tidak berarti kami langsung menaikkan harga Agya. Bisa saja bertahap sesuai kondisi pasar,” ujar Rachmat Samulo. Sampai saat ini, Toyota maupun Daihatsu belum menaikkan harga LCGC mereka.