WartaSolo.com – PNS yang terlibat kasus suap CPNS 2014 langsung dipecat oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). BKN tidak main-main dengan pernyataan tersebut. Karena bila yang bersangkutan telah terbukti melakukan tindak pidana suap, maka pemecatan adalah keputusan yang tak bisa dielakkan.

Betapa gerahnya BKN yang mendapati terjadinya rencana tindak pidana suap yang dilakukan oleh oknum pejabat dilingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Rawas Utara (Muratara). Oknum PNS tersebut tertangkap tangan hendak menyuap oknum pejabat pusat. Barang buktinya sebuah koper yang berisikan sejumlah uang sebesar Rp 1,99 miliar beserta dokumen-dokumen lainnya.


Dalam kasus ini BKN menyatakan tidak akan segan-segan untuk memberi hukuman berupa sanksi yang berat jika yang bersangkutan nantinya benar-benar terbukti terlibat dalam kasus suap.

Eko Sutrisno selaku Kepala BKN mengatakan, “BKN tak akan main-main terhadap tindak pidana suap CPNS 2014. Apabila ada pejabat kami yang nekat terlibat dan didapati buktinya, maka akan langsung saya pecat,” tandasnya, seperti dikutip dari situs JPNN, Minggu (21/9/2014).

Tentang kabar penangkapan oknum PNS tersebut, Eko telah mengetahui kabar itu dari media. Sampai sekarang, BKN tetap mengikuti perkembangan kasus suap tersebut. Sementara itu proses penyidikan tetap berjalan di Polda Muratara.

“Apalagi telah ada bukti, meskipun cuma laporan saja apabila terdapat pejabat yang “main mata”, pasti langsung akan saya beri perintah kepada tim pengawas internal untuk memeriksanya. Oleh sebab itu pelamar CPN 2014 tidak usah khawatir, karena kami takkan memberi perlindungan apapun jika kami dapati ada pejabat yang nakal,” tegasnya.

Tomy Donardi selaku Kasubag Publikasi BKN membenarkan ketegasan sikap tersebut. Menurutnya Kepala BKN itu wataknya sangat tegas. Jika ada laporan yang berasal pihak manapun, maka akan langsung memerintahkan untuk tindakan pemeriksaan.

Buktinya, Kepala BKN tersebut telah beberapa kali memecat oknum pejabat yang terlibat tindak pidana suap CPNS. “Kemarin, beberapa oknum pejabat telah dipecat disebabkan oleh karena mereka terlibat kasus suap CPNS untuk honorer. Terhadap kasus di Musi Rawas Utara ini masih kita pantau terus perkembangannya sebab saat ini masih ditangani oleh Polda,” pungkasnya.

Terakhir Eko dan Tomy menghimbau kepada masyarakat supaya tak mudah terpengaruh oleh bujukan dan rayuan para calo CPNS. Sebab dengan adanya pendaftaran online dan tes dengan sistem CAT ini penerimaan CPNS 2014 lebih ketat dan terhindar dari segala bentuk kecurangan.