WartaSolo.com – Calo CPNS Rp 1,99 milyar akhirnya tertangkap di Bengkulu dan selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra selatan (Sumsel). Pelimpahan dari Polda Bengkulu tersebut terjadi pada hari Rabu (17/9/2014) sekitar pukul 10.00 WIB. Pelimpahan dilakukan sebab tersangka adalah warga Sumsel, walaupun dia tertangkap di Bengkulu. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat segera dilakukan proses lebih lanjut.

Tersangka berinisial MR merupakan Kabag Hukum dan Koordinasi Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Sebelumnya MR telah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan kasus calo CPNS.


Dalam penyelidikan Polda Bengkulu, MR menyatakan bahwa masih ada pihak lain yang tersangkut dalam kasus ini. Temuan fakta ini mengarah kepada oknum pejabat yang berada di lingkup Pemkab Muratara.

Kombes Roy Hardi Siahaan selaku Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu menyampaikan hal tersebut kepada awak media ketika ditanya perihal pelimpahan tersangka MR ke Polda Sumsel tersebut.

“Memang benar, ada oknum PNS yang lainnya di Muratara yang terlibat, namun ini masih pendalaman. Silahkan nanti ke Polda Sumsel,” ujar Roy sebagaimana dilansir situs JPNN, Kamis (18/9/2014).

Menurut Roy dari pemeriksaan penyidik telah terungkap dan tersangkapun mengakui bahwa ketika melarikan uang dari Muratara ke Bengkulu dan selanjutnya akan dibawa lagi ke Jakarta, semua itu berada dalam sepengetahuan oknum pejabat di lingkup Pemkab Muratara.

Namun siapa identitas oknum pejabat tersebut, Roy belum dapat menyampaikannya. Sebab masalah tersebut nantinya masih akan didalami ketika proses penyidikan oleh Polda Sumsel. “Sepengetahuan saya keberadaan MR disini adalah atas sepengetahuan oknum pejabat disana,” ungkapnya.

Akan dilakukan pengawalan yang ketat oleh anggota kepolisian terkait pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Subdit Tipikor Polda Bengkulu ke penyidik Polda Sumsel. Sebab, bayangkan saja ada sebuah koper yang berisikan uang sejumlah Rp 1,99 miliar yang akan disertakan bersama tersangka dan juga bukti-bukti dokumen lainnya.

Sejak berangkat dari gedung Dit Reskrim Polda Bengkulu menuju Bandara Fatmawati telah diturunkan puluhan anggota Dit Reskrimsus kemudian juga dibantu anggota Dit Sabhara bersenjata lengkap yang ikut serta mengawal tersangka berikut barang buktinya.