WartaSolo.com – Virus Ebola saat ini menjadi virus mematikan bagi manusia. Belum ada obat yang ampuh untuk mengatasi penyakit yang satu ini. Untuk itulah berhati-hati agar tidak terkena penyakit Ebola.

Dikutip dari Meet Doctor, keganasan virus Ebola juga tidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, ketika kasus penyakit Ebola muncul, risiko penularan pun meningkat dalam fasilitas kesehatan. Maka, petugas kesehatan harus mampu mengenali kasus Ebola, siap menggunakan protokol isolasi, penggunaan barrier, memiliki kemampuan untuk meminta tes diagnostik atau mempersiapkan sampel untuk pengiriman serta pengujian di tempat lain.


Berikut ini adalah hal-hal yang wajib dilakukan para petugas kesehatan saat menangani kasus virus Ebola:

1. Mengenakan pakaian pelindung seperti masker, sarung tangan, jubah, dan kacamata.
2. Menggunakan langkah-langkah pengendalian infeksi seperti peralatan sterilisasi lengkap dan penggunaan disinfektan secara rutin.
3. Mengisolasi pasien Ebola dari kontak dengan orang-orang yang tidak dilindungi.

Tujuan dari teknik ini adalah menghindari kontak dengan darah atau cairan dari pasien yang terinfeksi. Pasalnya, virus ebola menyebar melalui kontak langsung. Jadi, jika seorang pasien dengan Ebola meninggal, kontak langsung dengan tubuh pasien meninggal harus dihindari.

Nah, jika Anda harus melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus Ebola, pastikan Anda melakukan hal berikut ini:
1. Perhatikan dan jaga kebersihan.
2. Hindari kontak dengan darah dan cairan tubuh.
3. Jangan memegang benda yang mungkin terkontaminasi darah atau cairan tubuh penderita.
4. Hindari ritual pemakaman atau penguburan penderita Ebola.
5. Hindari kontak dengan kelelawar dan primata atau terkena darah, cairan, dan daging mentah yang diolah dari hewan-hewan ini.
6. Hindari rumah sakit di mana pasien Ebola sedang dirawat.
7. Terakhir, setelah Anda kembali, pantau kesehatan Anda selama 21 hari dan segera cari perawatan medis jika Anda mengalami gejala Ebola.