WartaSolo.com – Penyakit jantung, salah satu penyakit mematikan dan tak tahu kapan dapat menyerang setiap orang. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang tua saja, namun orang muda atau dewasa juga dapat beresiko akan penyakit ini.

Seperti dikutip dari Meet Doctor, penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, bersifat multifaktor atau bisa dari berbagai macam faktor risiko yaitu:


  1. Faktor risiko yang tidak dapat diubah: Umur dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes.
  2. Faktor risiko yang dapat diubah: Gaya hidup seperti kebiasaan merokok, konsumsi makanan yang dapat meningkatkan level kolesterol maupun menyebabkan hipertensi dan jarang melakukan olahraga.

Kolesterol masih merupakan penyebab utama meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke. Beberapa studi penelitian menyebutkan bahwa konsumsi lemak tersaturasi dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam tubuh.

Lemak Tersaturasi
Makanan yang banyak mengandung lemak tersaturasi terutama didapatkan dari
sumber hewan (daging dan produk susu) seperti lemak sapi, daging domba, babi dan lemak babi, kulit unggas (ayam), keju, mentega, serta oahan makanan yang dibakar dan digoreng.

Lemak Trans
Lemak trans banyak terdapat pada produk olahan pabrik yang mengalami proses industri sehingga dapat memperpanjang masa konsumsi makanan tersebut atau ditambahkan bahan pengawet.

Berikut ini contoh makanan yang banyak mengandung lemak trans:

  1. Olahan makanan yang dibakar terutama kue seperti cookies, biskuit, kulit pai.
  2. Makanan ringan atau snacks seperti olahan kentang, jagung dan tortilla chips.
  3. Makanan yang digoreng seperti kentang goreng, donat, dan ayam goreng karena mengandung lemak trans dari minyak yang digunakan dalam proses memasak.
  4. Adonan yang didinginkan di dalam lemari es dan makanan kalengan.
  5. Creamer untuk pencampur kopi dan mentega juga mengandung lemak trans.

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa saja makanan yang ternyata bisa menimbulkan penyakit jantung. Pasalnya, penyakit jantung dapat dicegah melalui perubahan pola gaya hidup.