WartaSolo.com – Hati-hati dalam berucap di status media sosial, bisa jadi Anda akan terkena boomerang. Setelah sebelumnya Florence Sihombing yang terjerat pidana lantaran menghina kota Yogyakarta, kini muncul lagi Kemal Septiadi yang dilaporkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil karena hina Bandung.

Tak hanya menghina Bandung, pemilik akun Twitter @Kemalsept juga menghina wali kota. Melalui akun Twitternya, Ridwan Kamil atau kerap disapa Emil akan memperkarakan @kemalsept dengan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.



Dalam pasal itu disebutkan, orang yang sengaja atau tanpa sengaja menyebarkan sesuatu yang melanggar kesusilaan di dunia maya, diancam pidana pasal 45 ayat 1, yakni pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Tidak boleh seenaknya, seolah-olah orang-orang tidak akan menuntut hak dan kewajibannya,” ungkap Emil.

Emil sendiri belum mengajukan laporan resmi ke kepolisian terkait hal ini. Namun jika jadi melapor, pemilik akun @kemalsept bakal bernasib sama dengan mahasswi S2 Universitas Gajah Mada, Florence Sihombing yang terjerat UU ITE karena dianggap menghina warga Yogyakarta melalui akun jejaring sosial path miliknya.

Penghinaan dan penghujatan kota Bandung dengan kata-kata kasar dilakukan oleh pemilik akun @kemalsept yang melancarkan aksinya sekitar pukul 18.50.

“BANDUNG SAMPAH KOTA P***K PELACUR SEMUA LOL HAHAHA. LAPOR? BANCI! SILAHKAN KALAU BERANI HAHAHAHAHAHA,” kicau @kemalsept membalas twit Emil.

Dalam kicauannya, @kemalsept juga me-mention pengguna twitter lain, yakni @olegunnnn. “@olegunnnn BANDUNG KOTA P***K SAMPAH HAHHA,” tulis @kemalsept.

Melalui akun Twitter pribadinya, @ridwankamil, Wali Kota yang akrab disapa Emil itu menulis akan mempolisikan pemilik akun tersebut. “@kemalsept anda secara resmi saya laporkan ke kepolisian, untuk twit penghinaan, pasal 27 UU 11 tahun 2008,” tulis Emil di akun twitter pribadinya, Jumat malam, 5 Agustus 214.