WartaSolo.com – Benarkah Samsung akan buka abrik ponsel di Indonesia? Mengingat bahwa saat ini penjualan produk ponsel terus meningkat maka sebuah vendor membutuhkan pabrik dalam jumlah yang banyak supaya stok ponsel tetap terjaga. Hal tersebut sepertinya akan dilakukan oleh Samsung Electronics, Perusahaan yang saat ini berjaya dengan ponselnya ini berencana membangun pabrik telepon seluler di Indonesia.

Seperti diketahui bahwasanya Indonesia mempunyai penduduk yang banyak, dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa tentu menjadikan pasar yang sangat potensial bagi vendor ponsel. Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki varian ponsel banyak, Samsung belakangan ini terlihat lebih memperhatikan pasar negara berkembang dengan memperluas jajaran produk ponsel di bawah $100.



“Kenyataan pahit bahwa Samsung kehilangan pertempuran di pasar smartphone low-end karena harga dan spesifikasi yang tidak kompetitif, dan harus lebih agresif untuk mencegah kehilangan pangsa pasar. Kami percaya Samsung masih punya skala ekonomi dan keuntungan lebih besar dari pemain China, dan dapat memberikan efek besar bagi rivalnya, hingga berpotensi mengarah konsolidasi,” kata Bernstein Research.

Pihak Samsung mengatakan, negosiasi ini masih berlangsung dan belum bisa berkomentar banyak tentang rencana investasi yang akan ditanamkan. Tetapi, total investasi yang dikeluarkan tidak akan terlalu tinggi.

Rencananya pabrik yang akan dibangun nantinya akan digunakan untuk jalur perakitan saja, dan bukan pembuatan perangkat. Sebelumnya, Samsung sudah pernah berencana membangun pabrik di Indonesia namun gagal. Pihak Samsung dan pemerintah Indonesia tidak mencapai titik sepakat soal urusan pemanfaatan pajak.

Dalam negosiasi yang baru, pemerintah Indonesia berjanji memberikan insentif pajak lebih dan Samsung bakal membuka banyak lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat lokal.

“Tapi kali ini, pemerintah Indonesia telah berjanji untuk menawarkan insentif pajak lebih agar Samsung mau berinvestasi di sana. Samsung akan mempekerjakan lebih banyak orang Indonesia untuk mengoperasikan pabrik yang akan membantu meningkatkan ekonomi lokal,” kata salah seorang petinggi industri yang dikutip dari Korea Times.