WartaSolo.com – Ancaman penculikan terhadap Ketua KPU bukan hal yang sepele, hingga akhirnya Komisioner Pemilihan Umum (KPU) melaporkan Ketua DPD Gerindra Jakarta ke Polisi. Pihak Komisioner KPU melaporkan ancaman penculikan tersebut ke polisi pada Minggu (10/8/2014) malam hingga Senin 11 Agustus 2014 dini hari.

Ancaman penculikan terhadap ketua KPU dianggap sebagai ancaman serius dan ditindaklanjuti dengan pelaporan Ketua DPD Gerindra Jakarta ke Bareskrim Polri. Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch) juga turut menanggapi kejadian ini, dan berharap Bareskrim segera memproses laporan itu. Demikian seperti dikutip Warta Solo dari Metrotvnews, Senin (11/8/2014).



Setelah adanya ancaman penculikan yang diterima oleh Ketua KPU Husni Kamil Malik, rumah sang ketua KPU tersebut kini dijaga ketat oleh anggota kepolisian. Selain itu, ayah dari Ketua MK Hamdan Zoelva juga dilaporkan menerima ancaman dari seseorang yang tak dikenal.

Seperti di ketahui MK saat ini sedang menangani Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang dimohonkan pihak Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Sedangkan pihak termohohon atau yang digugat adalah KPU.

Pihak Prabowo-Hatta mengklaim adanya kecurangan yang terstruktur, masif, dan sistematis pada penyelenggaraan Pilpres. Pokok permohonannya adalah menetapkan pasangan Koalisi Merah Putih itu sebagai pemenang Pilpres 2014.