WartaSolo.com – Seperti diketahui kanker serviks merupakan salah satu dari banyak kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Human papillomavirus (HPV) memainkan peran akan timbulnya banyak kasus kanker serviks. Kebanyakan wanita yang mengidap kanker mulut rahim atau sering disebut kanker serviks akan mempunyai beberapa gangguan, beberapa diantaranya adalah rasa nyeri dan pendarahan saat melakukan hubungan intim.

Meski kanker serviks biasanya menyerang wanita yang berusia lebih dari 30 tahun namun tidak ada salahnya anda mengetahui gejala dan apa penyebab kanker mulut rahim tersebut. Meski sangat sulit mendeteksi kanker serviks pada stadium awal namun bisa dilakukan dengan melalui pemeriksaan dokter. Untuk kanker serviks stadium lanjut berikut adalah gejala-gejalanya:


  1. Pendarahan pada vagina ketika berhubungan, saat tidak dalam periode datang bulan atau setelah menopause.
  2. Basah atau keluar darah pada vagina yang kental dan berbau.
  3. Sakit pada pinggul atau nyeri ketika berhubungan.

Sedangkan untuk penyebab kanker serviks sendiri secara umum terjadi karena mutasi sel normal menjadi sel yang tidak normal. Sel yang normal akan tumbuh dan melipatgandakan secara teratur. Akan tetapi sel kanker tumbuh dan melipatgandakan diri secara tidak terkontrol dan sel tersebut tidak mati. Akumulasi dari sel tersebut akan menjadi besar dan disebut dengan tumor.

Secara umum kanker serviks terdiri dari dua tipe, yakni Squamous cell carcinomas terdapat pada bagian bawah serviks. Tipe ini menjadi penyebab sekitar 80 sampai 90 persen kanker serviks. Dan yang kedua adalah Adenocarcinomas terjadi pada bagian atas serviks. Tipe ini menjadi penyebab 10 sampai 20 persen kanker serviks.

Apa yang menjadi penyebab sel squamos atau sel glandular menjadi tidak normal dan berkembang menjadi kanker tidak jelas. Tetapi virus HPV memainkan peran dalam hal ini. Bukti menunjukkan bahwa virus HPV ditemukan pada semua kasus kanker serviks. Tetapi di sisi lain banyak pula wanita yang memiliki virus HPV tidak pernah mengalami kanker serviks. Ini berarti ada kemungkinan faktor lain juga memainkan peran, seperti genetik, lingkungan atau gaya hidup.