WartaSolo.com – Baru-baru ini heboh di dunia maya akan beredarnya situs-situs palsu yang memberitakan informasi yang menyudutkan banyak pihak. Pasalnya, saat ini marak beredar situs palsu yang mendompleng nama sejumlah situs berita ternama seperti Detik, Kompas, Liputan6 dan lainnya. Oleh karena itu Anda perlu waspada dan pintar-pintar dalam memilih informasi yang tepat.

Pakar IT, Ruby Z. Alamsyah memberikan beberapa tips untuk mengetahui sebuah situs berita tersebut asli atau tidak. Situs palsu pasti menggunakan domain tertentu. Yang kita tahu ada (domain) com–news.com.


Ruby memberitahukan langkah yang bisa dilakukan untuk menelusuri sang pemilik domain. Pemilik domain dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas hal ini.

1. Cari host database.

Host database memberikan informasi tentang pemilik domain-domain yang terdaftar, meski bisa disembunyikan atau dipalsukan. “Dari data host terakhir, com–news.com terkesan domainnya mau dijual. Tapi belum tentu benar. Kalau mau dijual, mungkin saja sudah ada yang beli atau bisa jadi di-hack (diretas). Ini harus dibuktikan dengan dikonfirmasi,” kata Ruby.


2. Cari tahu IP Addres dari pembuat situs.
IP Addres merupakan kombinasi angka yang terdiri dari 32 bit atau 128 bit. Dari sini bisa diketahui diketahui lokasi pembuat situs. Selain itu, bisa diketahui pula provider internet yang dipakai.

3. Cari pengaksesan ke server, provider yang dipakai, dan negara asal.
Pencarian bisa dilanjutkan ke pemilik server. “Penegak hukum bisa me-request ke pemilik server yang dimaksud untuk mengetahui siapa saja pemilik akses (user) situs tersebut,” kata dia.

Namun Ruby mengatakan pelaku pembuat situs berita palsu yang profesional bisa berkelit dari cara-cara tersebut. “Ini perlu improvisasi dari investigator,” kata dia.

Situs berita palsu tersebar menggunakan URL com–new.com. Misalnya, situs Tempo.co dipalsukan menjadi Tempo.com–news.com, liputan6.com menjadi liputan6.com–news.com, kompas.com menjadi kompas.com–news.com, serta empat media online lainnya.

Tujuh media online palsu ini sangat kontras dengan situs aslinya. Situs ini tak dilengkapi logo masing-masing media. Semua situs berita palsu itu saling terhubung satu dengan lainnya.