WartaSolo.com – Setelah Luiz Felipe Scolari mudur sebagai pelatih pasca Piala DUnia 2014 akhirnya Dunga resmi kembali ditunjuk sebagai pelatih Brazil. Bagi Dunga ini bukan pengalaman pertama karena ia sudah pernah duduk di jabatan yang sama pada tahun 2006 hingga 2010.

Seperti diketahui Brasil mencari pelatih baru menyusul pengunduran diri Scolari. Scolari meletakkan jabatannya setelah Thiago Silva dkk. meraih hasil buruk di Piala Dunia 2014. Langkah Brasil hanya sampai babak semifinal setelah kalah 1-7 dari Jerman yang akhirnya menjadi juara. Brasil juga gagal dalam perebutan tempat ketiga dengan dikalahkan Belanda 0-3.


Setelah Piala Dunia 2014, warga Brazil masih merasakan malu yang teramat sangat karena ditumbangkan oleh Jerman 7-1 di babak semifinal. Mereka menuntut perubahan besar dari tim Brazil yang konon disebut-sebut sebagai generasi yang terburuk yang pernah ada.

Sekarang ada Dunga yang merupakan muka lama sekaligus baru. Dia harus membawa Brazil kembali berjaya setelah terpuruk. Tapi, berbeda dengan banyak orang yang pesimis, Dunga masih optimis.

Dikatakannya seperti dikutip Warta Solo dari laman GOAL, “Tim nasional masih merepresentasikan ketangguhan Brazil. Kami harus bangkit kembali, mengambil lagi kebanggaan melalui berbagai hasil gemilang, menunjukkan keinginan kami untuk melakukan yang terbaik.”

“Kami sudah memiliki rencana. Tetapi media dan fans sudah mengenal saya. Saya tidak akan menjual mimpi. Saya akan mengirimkan kenyataan. Dan kenyataan saat ini adalah, Brazil harus bekerja keras untuk kembali tangguh.”

Dunga sudah memiliki gambaran apa yang akan dilakukannya di timnas Brazil. Sebagai kapten yang membawa tim samba menjuarai Piala Dunia 1994, Dunga cukup sukses dalam karier pertamanya di timnas sebagai pelatih. Ia bisa memenangi satu gelar Copa America dan satu Piala Konfederasi.

Kini yang diminta Dunga adalah permainan kolektif daripada menonjolkan kemampuan masing-masing individu. Ini adalah harga mati jika Brazil ingin kembali menjadi yang terdepan sekaligus memperbaiki kejadian di Piala Dunia 2014.

“Kami tidak bisa berpikir bahwa kami masihlah yang terbaik. Kami dahulu memang yang terbaik, kami punya talenta untuk hal itu, tetapi kami harus rendah hati untuk mengetahui bahwa tim lain bekerja keras untuk mencapai kondisi yang sekarang.”

Melihat masa lalu, selama empat tahun melatih, Dunga mengantar Brasil memenangi Copa America 2007 dan Piala Konfederasi 2009. Namun dia kemudian dipecat setelah Brasil tersingkir di babak perempatfinal Piala Dunia 2010.