WartaSolo.com – Ibarat jatuh tertimpa tangga, itulah nasib maskapai penerbangan Malaysia Airlines, Belum genap setengah tahun sudah terjadi 2 tragedi besar yang menghilangkan kurang lebih 500 nyawa penumpangnya. Setelah pesawat MH370 hilang beserta seluruh penumpangnya tanpa ada kabarnya sampai saat ini, belum hilang dari ingatan tragedi datang lagi dengan pesawat MH17 ditembak rudal dan jatuh terbakar sehingga ratusan penumpangnya pun meninggal dunia.

Dua tragedi maut yang telah merenggut nyawa penumpang yang berjumlah lebih dari 500 orang dalam jangka waktu kurang dari setengah tahun menjadikan reputasi maskapai itu terguncang hebat. Yang jadi pertanyaan sekarang ini akankah Malaysia Airlines sanggup melanjutkan operasi mereka? CNN Money pada hari Senin (21/7/2014) menurunkan berita bahwa kedua tragedy itu akan menjadi kenangan buruk bagi masa depan maskapai asal Malaysia itu kedepannya.


Analis penerbangan di Aspire Aviation Daniel Tsang mengatakan bahwa kebangkrutan tengah membayangi maskapai tersebut. Kondisi bisnis maskapai tersebut berada dalam tekanan yang serius. Baru saja mereka berjuang melewati zona merah selama tiga tahun berturut-turu dan merugi sekitar 1,3 miliar USD, dua tragedi itu ibarat bom yang membuat maskapai itu harus menyusun ulang strategi bisnis mereka atau menyerah dan menghentikan operasi.

Malaysia Airlines bertanggungjawab untuk membayar sekitar US$ 150 ribu pada masing-masing keluarga di dua pesawat maut tersebut. Hal itu sebagai kompensasi atas pilihan pesawat tersebut yang terbang melalui zona perang Ukraina. Sebenarnya MH17 bisa memilih untuk terbang tidak melalui zona perang Ukraina. Hingga saat ini rute tersebut masih disetujui Eurocontrol, tapi banyak maskapai yang memilih mengindari jalur yang dilintasi MH17 tersebut.

Meski demikian, pelanggan setia Malaysia Airlines dapat dikatakan masih setia. Karena sejak tragedi pertama hilangnya pesawat MH370, tidak ada penurunan jumlah penumpang secara tajam. Hanya saja penurunan memang terjadi. Bahkan pihak maskapai sudah menyediakan ganti rugi bagi pemesan tiket yang ingin menggagalkan penerbangan.