WartaSolo.com – Entah kebetulan atau memang efek dari kemenangan Jokowi sebagai presiden Indonesia terpilih nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada pagi ini, Rabu (23/7/2014) kembali menguat.

Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum telah secara resmi mengumumkan pemenang Pemilu Presiden 2014 pada Selasa malam (22/7/2014). Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2014 dan terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk masa bakti 2014-2019.


Seperti pantauan team Warta Solo, Bloomberg Dollar Index mengemukakan saat dibuka rupiah per dolar AS bertengger di Rp11.526 atau menguat 0,69% . Pada Selasa (22/7/2014) rupiah bertengger di Rp11.606 (melemah 0,29%).


Pada pk. 08:05 WIB, rupiah menjadi menguat 0,72% ke Rp11.523/US$. Rupiah bergerak di kisaran Rp11.520—Rp11.531

“Laju rupiah kembali terapresiasi meski dibayangi sentimen negatif dengan melemahnya sejumlah mata uang Asia Pasifik terhadap dolar AS menjelang data inflasi AS yang akan dirilis,” ungkap Reza Priyambada selaku Kepala Riset Trust Securities.

Menurut Reza Priyambada, nilai rupiah terhadap dolar AS positif karena ada ekspektasi positif pada hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden tahun 2014 yang dinyatakan bahwa Jokowi sebagai presiden Indonesia terpilih.

Selain itu lanjut Reza, muncul juga spekulasi bahwa inflasi bulan Juli tidak akan terlalu tinggi karena kenaikan harga rata-rata barang konsumsi tidak terlalu signifikan. Bagaimana menurut anda?