WartaSolo.com – Amblesnya Jembatan Comal yang terletak di Kabupaten Pemalang yang merupakan jalur utama di Pantai Utara telah mempengaruhi kondisi lalu lintas kendaraan yang melintas jalur Pantura tersebut kususnya arus mudik 2014. Jembatan tersebut ambles karena diterjang banjir bandang, dan makin lama maikin tergerus air hingga kini kedalaman ambles sampai satu meter.

Hingga kemarin, Selasa (22/7/2014) Jembatan Comal masih dalam proses perbaikan yang dikebut oleh petugas Bina Marga serta anggota TNI. Proses penimbunan berbagai material sirtu serta gorong-gorong di bagian oprit jembatan masih dikerjakan secara bertahap mulai dengan ditimbun lantas dipadatkan agar oprit jembatan makin kokoh.



Proses perbaikan Jembatan Comal diperkirakan paling cepat akan selesai dan membuka salah satu jalur jembatan di bagian utara (arah Jakarta-Semarang) pada hari Kamis (24/7/2014) besok. Sedangkan untuk lajur yang satunya (arah Pemalang-Pekalongan) hanya akan boleh dilalui oleh kendaraan kecil semisal sepeda motor dan mobil kecil. Untuk truk serta bus dan kendaraan besar lainnya belum dapat melintas di sana.

Kepala Satuan Kerja Wilayah I (Kendal-Brebes) Bina Marga Jawa Tengah, Sumarjono menjelaskan bahwa oprit atau penghubung antara jembatan dan jalan yang sedang diperbaiki darurat ini baru akan diaspal pada Rabu malam nanti. Itu membuat Jembatan Comal baru bisa digunakan paling cepat Kamis esok.

“Rabu malam diaspal, Kamis sudah bisa dilewati,” ungkap Sumarjono.

Proses perbaikan jembatan selama beberapa hari ini lancar dan tak terkendala masalah besar, sebab hujan pun turun hanya sekali saja. Ini membantu proses perbaikan. Untuk memperkuat struktur bawah jembatan, ada pula pemasangan counter weight atau penyeimbang berupa batu-batu besar. Ini agar oprit tak bergeser bila jembatan telah mulai dioprasikan.

Untuk sementara selama Jembatan Comal diperbaiki, para pelintas atau pemudik lebaran 2014 dapat menggunakan jalur alternatif namun memiliki jarak yang lebih jauh hingga 30 km.