WartaSolo.com – Pengumuman hasil Pilpres akan diumumkan KPU pada tanggal 22 Juli besok. Namun sebelum KPU resmi mengumumkan hasil siapa yang akan menjadi Presiden RI nanti, sudah banyak yang mengarah kepada pasangan Jokowi-JK. Hanafi Rais, seorang politisi muda Partai Amanat Nasional yang merupakan koalisi kubu Prabowo Hatta terang – terangan mengucapkan selamat kepada Joko Widodo sebagai Presiden RI selanjutnya.

“Saya selama ini amati apa yang terjadi di KPU, perhitungan suara yang semakin terakumulasi suara total. Saya simpulkan, rekap itu sudah menunjukan hasil yang bisa kita lihat sekarang,” kata Hanafi



Hanafi Rais yang juga merupakan anak dari tokoh Amin Rais ini mengaku, meskipun telah mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi. Hanafi berharap KPU dapat bersikap professional atas terjadinya kecurangan – kecurangan yang terjadi di daerah – daerah. Dibawah ini isi surat Hanafi Rais untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua.

Dalam beberapa hari ke depan kita akan menyambut kepemimpinan nasional yang baru hasil dari pemilihan presiden 9 Juli 2014 yang lalu. Terdapat beberapa gagasan pokok yang ingin saya share dengan saudara-saudaraku semuanya.

Pertama, sebagai generasi muda Indonesia, kami mengingatkan kembali kepada semua pihak bahwa tujuan utama berdemokrasi adalah menghargai pilihan rakyat Indonesia untuk membawa kemakmuran dan kebahagiaan rakyat Indonesia. Pesta demokrasi harus tetap menjadi pestanya rakyat Indonesia. Oleh karena itu, proses Pilpres 2014 tidak boleh membawa rakyat Indonesia menjadi saling membenci dan terpecah belah, yang justru akan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Kedua, sebagai generasi muda Indonesia, kami mengingatkan bahwa setelah Pilpres ini, masih banyak tugas berat yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Indonesia dari berbagai persoalan dan ancaman bangsa. Kini saatnya kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk bekerja sama, bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun Indonesia.

Ketiga, sebagai generasi muda Islam Indonesia, kami mengingatkan kembali semangat bulan suci Ramadhan yang mengajak kita semua untuk menahan diri dari dorongan hawa nafsu dan memperbanyak amal sholeh. Di bulan suci ini, kami mengajak semua pihak agar meninggalkan segala nafsu kebencian, amarah, iri dan dengki yang mungkin sempat menjadi dampak negatif dalam proses berdemokrasi kita. Ukhuwah Islamiyah demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus kembali ditegakkan di dalam bulan suci ini.

Keempat, sebagai generasi muda Partai Amanat Nasional (PAN), kami mengucapkan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang akan memegang tampuk kepemimpinan nasional dalam waktu 5 tahun mendatang. Dan kami juga menghaturkan rasa terima kasih kami yang sebesar-besarnya dan rasa hormat kami yang setinggi-tingginya kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Hatta Rajasa yang telah menjaga secara aktif proses demokratisasi negara kita melalui Pilpres tahun ini. Kami berterima kasih pula kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah bekerja keras untuk menjaga dan mengawal proses pemilihan umum yang jujur, bersih dan transparan.

Terakhir, sebagai generasi muda Partai Amanat Nasional (PAN), kami mengajak kepada semua calon pemimpin bangsa, baik yang di lembaga eksekutif maupun di lembaga legislatif, untuk selalu menjaga kebersamaan. Di tangan kitalah nasib bangsa ini di masa mendatang akan dipertaruhkan.

Kita harus tetap menjaga semangat reformasi untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan, dari kebodohan, dari ketertinggalan, dari dominasi asing, dari segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, serta dari potensi konflik dan intoleransi.

Semoga Allah SWT Tuhan yang Maha Esa meridhai dan merahmati kita semua.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta 20 Juli 2014

Hanafi Rais

Ucapan selamat yang diucapkan Hanafi merupakan sikap pribadi dirinya atau atas nama sendiri bukan atas nama partai. Hanafi bersikap legowo dan ikhlas atas hasilnya nanti karena itu lebih menyejukkan. Meskipun atas sikapnya ini belum memberitahukan terlebih dahulu pada tim pemenangan Prabowo, ia mengaku tidak mendapat teguran atas sikapnya ini.