WartaSolo.com – Kini Bidan Indonesia yang masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT) bisa bernafas lega karena berpeluang mendaftar kembali menjadi PTT atau calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Sebelumnya Ikatan bidan Indonesia (IBI) mempertanyakan nasib puluhan ribu bidan PTT.

Terlebih dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 7/2013 tentang Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap. Di dalam peraturan ini, disebutkan lama penugasan sebagai PTT adalah tiga tahun dan dapat diperpanjang paling banyak dua kali. Dengan kata lain, para bidan tersebut hanya akan bertugas paling lama selama 9 tahun.



Dikutip dari JPNN, Rabu (09/07/2014), Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah MBoi menampik hal itu dan menuturkan, para PTT tersebut berpeluang mendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Menkes menjelaskan, pihaknya telah mempersilahkan mereka untuk mendaftar sebagai CPNS dengan syarat telah menyelesaikan masa tugasnya. Selain itu, kesempatan tersebut diberikan jika pihak Pemerintah Daerah (Pemda) menyediakan formasi tersebut dalam pengajuan CPNS mereka.

Saat ini, tercatat sebanyak 40.058 orang bidan yang berstatus sebagai PTT. Dalam ketentuan kemenkes, gaji mereka yang bertugas diwilayah terpencl sebanyak Rp 2,7 juta perbulan, ditambah insentif dari pemerintah daerah. Sementara untuk gaji bidan PTT di wilayah tidak terpencil sebesar Rp 1,7 juta per bulan.

Selain menyangkut pengaturan masa kerja, dalam aturan tersebut juga dipaparkan terkait sanksi bagi tenaga medis PTT yang tidak melaksanakan tugas dengan baik. Tak hanya itu, diatur pula mengenai pengawasan terhadap tenaga medis PTT secara berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah.