WartaSolo.com – Hari ini, Rabu (9/7/2014), seluruh rakyat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, yakni pemilihan presiden (pilpres) yang akan menentukan Presiden RI ke-7, antara kandidat pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Prabowo Subianto – Muhammad Hatta Rajasa, dan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Joko Widodo – Muhammad Jusuf Kalla.

Artinya, sebentar lagi akan diketahui siapakah orang nomor satu berikutnya yang akan memimpin negara ini untuk lima tahun kedepan.


Sementara itu, untuk penghitungan suara akan dilaksanakan pukul 13.00 oleh KPU dan para penyelenggara di bilik suara secara manual di wilayah waktu masing-masing, mengingat di negara kita ini memiliki tiga daerah waktu yang berbeda.

Selain itu, beberapa lembaga survey dan portal berita juga turut menggelar quick count atau hitung cepat pilpres 2014 ini. Tak ketinggalan pula, stasiun TV juga akan menyiarkan secara langsung quick count pilpres dari beberapa lembaga survey kepada khalayak umum.


Untuk mempertahankan independensi stasiun TV sebagai media yang menyiarkan kabar pemilu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang stasiun-stasiun TV menayangkan hasil hitung cepat pilpres 2014 sebelum pukul 13.00 WIB.

Hal ini disebabkan karena hasil perhitungan cepat dikhawatirkan akan memberi pengarih kepada para pendukung capres cawapres sehingga dengan demikian penayangan hasil quick count pilpres hendaknya tidak mengganggu penyelenggaraan pemilu yang sedang berlangsung.

Ketua KPI Indi Muzzayat menegaskan hal tersebut di Jakarta, Jumat (4/7/2014) pekan lalu. Indi juga memberikan penilaian bahwa iklan politik yang ada di televisi pada periode pilpres tahun 2014 ini lebih tertib dibandingkan saat menjelang pemilu legistlatif yang lalu.

Lantas, siapakah yang akan unggul dalam hasil quick count pilpres 2014 ini? Pasangan Prabowo-Hatta, ataukah pasangan Jokowi-JK? Kita tunggu saja sampai saatnya tiba.