Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Share:

Polip Hidung: Penyebab, Gejala, Pengobatan. Polip hidung merupakan suatu kondisi penyakit dimana terjadi peradangan yang bisa mengakibatkan benjolan daging atau tumor yang memiliki cabang pada rongga hidung yang bisa mengakibatkan tonjolan dan masuk dalam lumen. Penyakit polip bisa mengganggu terutama dalam proses pernafasan. Umumnya memang penyakit polip terjadi pada hidung yang biasa disebut Polip Hidung. Namun demikian polip juga bisa terjadi pada organ yang lain seperti rahim wanita (polip servik), usus atau yang lain. Polip yang tumbuh berupa pembesaran jaringan epitel yang terjadi secara berlebihan. Polip sendiri bisa digolongkan ke dalam polip yang jinak maupun polip yang ganas. Tentunya penanganannya pun berbeda-beda tidak sama antara polip hidung atau polip yang ada di organ tubuh lainnya.

penyakit polip hidung

Penyebab Penyakit Polip Hidung

Penyebab penyakit polip hidung sendiri cukup beragam. Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya penyakit polip terutama polip yang terjadi pada hidung antara lain:

  • Adanya penyakit sinusitis yang berlangsung secara lama bahkan menahun
  • Adanya alergi di mukosa hidung yang berlangsung lama
  • Adanya sumbatan hidung disebabkan karena adanya kelainan anatomi yang mempersempit rongga pada hidung
  • Terjadinya pembesaran di konka
  • Adanya iritasi

Hal-hal di atas bisa menjadi pemicu terjadinya  polip pada hidung. Oleh karena itu sebaiknya anda perlu waspada.

Ciri-ciri Polip Hidung

Penderita polip hidung biasanya bisa dideteksi dari ciri-ciri yang biasanya nampak dan dialami oleh penderitanya. Diantara ciri-ciri penyakit poli hidung yang dapat dikenali antara lain:

  • Sering merasakan sakit kepala berkepanjangan
  • Hidung menjadi mampet
  • Gatal-gatal pada rongga hidung
  • Suara menjadi bindeng
  • Menurunnya indera penciuman
  • Pilek yang terjadi dan berlangsung secara berkepanjangan dan tak kunjung sembuh

Untuk pengobatannya sendiri bisa dengan melakukan perawatan medis baik dengan obat atau dengan operasi apabilakondisi sudah parah. Pengobatan secara alami dengan bahan herbal tradisional bisa juga dijadikan alternative untuk mengobati penyakit polip. Selalu menjaga pola hidup yang sehat seperti makan makanan yang bergizi, menghentikan kebiasaan mengkonsumsi hal-hal yang tidak sehat, berolahraga dengan teratur dan juga istirahat yang cukup agar terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan termasuk penyakit polip hidung.

Pada kasus dengan polip yang kecil, biasanya tidak menimbulkan gejala meskipun timbul gejala sering diabaikan, tapi jika polip berukuran besar bisa mengakibatkan beberapa gejala:

  • Sakit pada bagian wajah
  • Sakit kepala
  • Bersin
  • Indera penciuman dan indera perasa berkurang atau bahkan mati rasa
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Lendir yang jatuh dari belakang hidung ke tenggorokan
  • Mendengkur
  • Rasa gatal di sekitar mata
  • Sakit pada gigi rahang atas

Beberapa gejala utama dari polip hidung sangat mirip dengan gejala flu dan pilek. Tapi gejala flu dan pilek akan menghilang setelah beberapa hari. Berbeda dengan gejala polip hidung tidak akan menghilang jika tidak ditangani. Segera temui dokter THT jika Anda merasa mengalami gejala polip hidung.

Pengobatan Menggunakan Antihistamin

Antihistamin mungkin kurang berhasil dalam mengatasi polip hidung yang terjadi. Tapi dokter biasa menganjurkan obat ini untuk membantu mengendalikan alergi yang terjadi. Selain itu, resep antibiotik juga bisa diberikan untuk mengatasi infeksi utama yang menyebabkan polip hidung. Pemberian obat ini dilakukan sebelum memulai konsumsi kortikosteroid.

Kortikosteroid untuk Mengurangi Radang

Untuk mengurangi peradangan dan juga mengecilkan polip yang ada, dokter akan memberikan obat yang bernama kortikosteroid. Obat ini juga bisa menghilangkan sepenuhnya polip yang ada. Terdapat empat jenis kortikosteroid yang bisa diberikan pada pasien polip, antara lain obat tetes, semprot, oral,dan suntik.

Untuk penanganan pertama pada polip, biasanya akan diberikan kortikosteroid bentuk tetes atau pun semprot. Jika pengobatan tetes maupun semprot belum berhasil, dokter baru akan menyarankan pemberian kortikosteroid oral.

Kortikosteroid oral bisa dikonsumsi secara terpisah atau dikombinasikan dengan obat semprot atau tetes. Obat ini tidak disarankan untuk konsumsi jangka panjang karena kemungkinan dapat menimbulkan efek samping antara lain osteoporosis, hipertensi, dan diabetes. Pada kondisi polip hidung yang sudah parah, kortikosteroid suntik akan dianjurkan.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan kembali terbentuknya polip, contohnya asma, alergi rhinitis, atau infeksi sinus. Jika polip hidung muncul kembali, mungkin Anda perlu mengonsumsi kortikosteroid semprot dengan dosis harian untuk mencegahnya.

Operasi Pengangkatan Polip Hidung

Kadang-kadang polip bisa bertumbuh menjadi sangat besar dan mengganggu proses pernafasan. Atau polip hidung bisa menyebabkan terjadinya gangguan tidur apnea. Pada kondisi ini, obat kortikosteroid biasanya tidak cukup membantu. Prosedur operasi endoskopik mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat polip yang muncul. Selain itu, prosedur ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki masalah pada sinus yang sering menyebabkan inflamasi.

Dokter akan memakai peralatan yang kecil untuk mengangkat polip atau penyumbat lain yang menghalangi aliran cairan dari sinus-sinus pada wajah.

Pada kondisi pascaoperasi, penderita sebaiknya menghindari keramaian dan beristirahat. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi. Jika diperlukan, untuk mencegah kemunculan kembali polip hidung, kortikosteroid semprot bisa digunakan.

Erikut ulasan mengenai polip hidung, terkadang apabila polip masih dalam keadaan kecil anda mengabaikan ggejala-gejala yang timbul. Namun anda harus selalu waspada tentang dampak dari polip hidung. Semoga ulasan diatas bermnfaat. [YuQe – WartaSolo.com]


Share:

Berita Lainnya