Mengenal Diabetes Getasional Pada Masa Kehamilan

Share:

Mengenal Diabetes Getasional Pada Masa Kehamilan. Risiko terkena penyakit diabetes pada ibu hamil memang cukup tinggi. Kenali gejalanya sedini mungkin agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak meninggalkan risiko pada janin Anda.

Diabetes dapat didiagnosis dengan 2 pemeriksaan, yaitu dengan gula darah puasa dan gula darah sewaktu (2 jam setelah makan).  Batasan gula darah puasa 100 mg/dl, dan batasan gula darah sewaktu 140 mg/dl. Lebih dari itu digolongkan diabetes.

Kenali Gejalanya. Kenali gejala diabetes getasional sedini mungkin, Bunda. Sehingga penanganan yang tepat bisa segera diberikan. Karena diabetes bisa berpengaruh terhadap perkembangan janin. Waspadai jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Berat badan turun drastis.
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk,

Jika gejala-gejala tersebut sering anda rasakan pada saat hamil, segera periksakan ke dokter. Untuk pengobatan selanjutnya.

Mengobatinya. Untuk mengobati diabetes pada ibu hamil, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

  • Kurangi konsumsi gula sederhana -biasanya terdapat pada minuman dan camilan manis– dan atur pola makan sesuai kebutuhan kalori ibu hamil. Sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi, karena jika kalori kurang, berisiko terjadi hipoglikemia (kadar gula darah turun drastis ditandai lemas, keringat dingin dan pingsan). Dokter akan terus memantau kadar gula darah. Kalau turun, lanjutkan diet. Jika tidak turun atau malah naik, diet disertai langkah berikutnya.
  • Kontrol darah berkala, baik saat kontrol rutin maupun periksa sendiri. Beli alat pengukur kadar gula darah yang praktis.
  • Suntik insulin. Karena selama hamil tidak boleh makan obat-obatan penekan gula darah yang merangsang produksi insulin, maka digunakan suntikan insulin. Dosis sesuai kebutuhan, ada yang disuntikkan sekali sebelum sarapan, ada yang setiap waktu makan. Anda bisa belajar menyuntik sendiri. Pahami prinsip sterilitas, ragam insulin, dosis dan penyediaan insulin yang tepat. Pemberian insulin tidak berakibat buruk bagi janin, justru memastikan janin tumbuh baik, dan meminimalkan risiko komplikasi lainnya.
  • Pantau hipoglikemi, jangan sampai gula darah drop. Ngemil teratur tapi bukan camilan manis.
  • Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, dan merapikan rumah yang tak terlalu berat bagi ibu hamil, akan menurunkan kadar gula darah.

Jangan remehkan bila anda mengalami keluhan diatas, penanganan dokter sedini mungkin akan jauh lebih membantu anda dan janin anda. Selalu erkonsultasi dengan dokter setiap bulannya untuk menjaga kesehatan janin dan anda. Semoga ulasan diatas bermanfaat. [YuQe – WartaSolo.com]


Share:

Berita Lainnya