5 Penyakit yang Sering Menyerang: Tifus, Demam Berdarah, Herpes hingga Chikungunya

Share:

5 Penyakit yang Sering Menyerang: Tifus, Demam Berdarah, Herpes hingga Chikungunya. Beberapa jenis penyakit yang sering kali dialami oleh masyarakat Indonesia, termasuk gejala, penyebab, cara mengobati dan bagaimana cara mencegah berbagai penyakit yang kadang-kadang menjangkiti manusia.

Beberapa diantaranya adalah penyakit kulit seperti herpes atau dompo, dan juga penyakit lainnya seperti Tifus, Demam Berdarah, Flu Singapura hingga Chikungunya. Tentu saja kita sebagai manusia normal inginnya sehat dan segar selalu. Namun yang namanya sakit atau penyakit tidak bisa ditebak kapan datangnya. Berikut ini adalah berbagai jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat di Indonesia yang dirangkum oleh Wartasolo.com dar berbagai sumber, Rabu (23/11/2016).

Flu Singapura: Pengertian, Penyebab, Ciri, Gejala, Cara Penularan dan Cara Mengobati

Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Pengidap flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha. Flu singapura merupakan penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam, luka lepuhan juga muncul pada tangan, kaki, dan terkadang pada bokong atau daerah popok. Bagi bunda-bunda yang mempunyai anak kecil wajib mengetahui cirri-ciri flu singapura, penyebab dan cara pemularannya serta pengobatan atau perawatan di rumah untuk penderita flu singapura.

BACA SELENGKAPNYA: PENYAKIT FLU SINGAPURA

Penyakit Pada Kulit Dompo atau Herpes dan Cara Pengobatannya

Herpes Zoster(HZ)/Dompo adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Varisela Zoster yang menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer. Artinya setiap orang yang pernah mengalami infeksi Varisela Zoster atau yang lebih dikenal sebagai penyakit cacar air, mempunyai kemungkinan untuk mengalami HZ (harap diingat bahwa infeksi primer Varisela Zoster ini dapat muncul dengan gejala minimal yang seperti Flu biasa). Setelah infeksi primer, virus ini akan berdiam di ganglion posterior susunan syaraf tepi dan ganglion kranialis. Pada keadaan-keadaan tertentu dapat terjadi reaktivasi virus yang menyebabkan penyakit HZ. Keadaan tersebut adalah turunnya daya tahan tubuh seseorang. Pada keadaan yang lain, dimana terjadidefisiensi imunitas, maka penyakit HZ yang terjadi dapat disertai komplikasi, misalnya pada orang tua, infeksi HIV, penggunaan terapi kortikosteroid jangka panjang, sedang menjalani kemoterapi ataupun pada pasien dengan keganasan.

BACA SELENGKAPNYA: PENYAKIT HERPES (DOMPO)

Penyakit Tifus: Pengertian, Gejala, Ciri dan Cara Mengobati

Tifus (tipes) atau demam tifoid terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit yang bisa menyerang siapa saja baik anak-anak atau dewasa. Tetapi kebanyakan kasus tifus terjadi pada anak-anak. Penyakit ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya. Tifus menular dengan cepat. Infeksi dan demam tifoid terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi sejumlah kecil tinja, atau yang lebih tidak umum, urin yang terinfeksi bakteri. Kontak langsung dengan pengidap juga dapat menyebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini berkaitan dengan bakteri salmonella penyebab keracunan makanan.

BACA SELENGKAPNYA: PENYAKIT TIFUS

Penyebab Demam Berdarah dan Pencegahannya

Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Sebetulnya demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

BACA SELENGKAPNYA: PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Penyakit Chikungunya: Penyebaran, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

Chikungunya merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk. Kata ‘chikungunya’ berasal dari kata dalam bahasa Kimakonde, kata tersebut memiliki arti ‘berubah’. Hal ini mengacu pada perubahan bentuk fisik pada seseorang yang mengalami penyakit chikungunya yakni tubuhnya yang menjadi bungkuk. Chikungunya pertama kali ditemukan pada tahun 1952. Saat itu, penyakit ini menjadi penyakit endemik di wilayah Tanzania. Virus yang menyebabkan chikungunya merupakan virus RNA yang termasuk ke dalam genus alphavirus dan masuk ke dalam keluarga Togaviridae. di Indonesia dikenal dengan sebutan nyamuk cikunguya sebenarnya bukan nama nyamuknya tapi nyamuk tersebut telah terinfeksi virus cikungunya. Gejala cikungunya ini sedikit berbeda dari BDB meski media yang di gunakan adalah nyamuk namun gejala yang dirasa memiliki perbedaan.

BACA SELENGKAPNYA: PENYAKIT CHIKUNGUNYA

Demikianlah rangkuman informasi kesehatan dari tim WS, terkait dengan beberapa jenis penyakit yang sering kali dialami manusia. Silakan baca masing-masing tautan untuk mengetahui apa saja penyebabnya, ciri dan gejala penyakitnya, serta cara penularan, bagaimana untuk mengatasi, mengobati dan mencegahnya. Semoga bermanfaat. BACA JUGA: 10 MACAM SAYURAN HIJAU YANG KAYA MANFAAT. [Nailah Azka – WartaSolo.com].


Share:

Berita Lainnya