Tips Merawat Bayi Prematur

Share:

Tips Merawat Bayi Prematur. Bayi prematur atau lahir sebelum usia kehamilan sembilan bulan di dalam kandungan mungkin membutuhkan perawatan khusus selama dua tahun pertama kehidupan bayi, terutama bila berat badan bayi kurang dari 1,4 kg.

Merawat bayi prematur mungkin lebih memerlukan usaha dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Misalnya saja, sebagian dari bayi prematur memerlukan perawatan rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan dirawat di rumah. Bayi prematur biasanya diperbolehkan keluar dari perawatan rumah sakit dengan syarat bayi bisa menerima asupan ASI atau susu formula tanpa bantuan pipa nasogastrik, berat badan naik dengan stabil, serta suhu tubuh yang tetap stabil di udara biasa.

Lakukan 5 Langkah Merawat Bayi Prematur Ini

Kebutuhan nutrisi pada bayi prematur merupakan salah satu yang harus diperhatikan. Bayi prematur biasanya membutuhkan lebih banyak nutrisi agar bisa tumbuh sehat seperti bayi lainnya. Hingga usia bayi mencapai dua tahun, dia mungkin tidak tumbuh secepat bayi dengan berat badan normal.

Selain itu, ada pula beberapa masalah medis yang dapat dialami bayi prematur, yaitu:

  • Masalah pernapasan, sehingga mungkin memerlukan tambahan oksigen atau ventilator mekanik.
  • Apnea tidur, atau jeda bernapas ketika tidur. Bilamana hal ini menimbulkan gangguan laju detak jantung bayi ataupun bayi jadi tampak membiru, bayi kemungkinan harus dirawat di rumah sakit
  • Risiko terkena infeksi, terutama akibat virus.

Langkah perawatan bayi prematur yang baik dapat membantu bayi untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat seperti bayi pada umumnya. Berikut merupakan beberapa langkah yang bisa bunda terapkan.

Baca Juga: Tips Merawat Bayi Kuning

Menjadi mama kangguru!

Perawatan kangguru ialah kamu menggendong bayimu dengan memasukkan bayi ke dalam bajumu atau menggunakan kain gendongan khusus agar kulitmu bersentuhan secara langsung dengan kulit bayi. Lakukan ini dengan gembira dan jangan takut menyakiti bayimu. Bayi akan mengetahui aroma tubuh, sentuhan, serta irama napasmu. Pada akhirnya, dia akan selalu menikmati kedekatan denganmu. Manfaat perawatan kangguru antara lain:

  • Menjaga kehangatan tubuh bayi
  • Membantu mengatur detak jantung dan pernapasan bayi.
  • Membantu menenangkan bayi sehingga frekuensi menangis dapat berkurang.
  • Menciptakan kesempatan bagi bayi untuk tidur lebih nyenyak.
  • Memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bisa menyusui karena perawatan kangguru dapat meningkatkan produksi ASI ibu.
  • Membangun rasa percaya diri Bunda karena merasa memberikan perawatan terbaik bagi buah hati serta dapat meningkatkan kesehatan bayi.

Bunda bisa melakukan perawatan kangguru segera setelah bayi lahir. Namun, ada juga beberapa rumah sakit yang memiliki kebijakan untuk menunda perawatan kangguru hingga kondisi kesehatan bayi lebih stabil.

Perhatikan posisi tidurnya

Pastikan bayi tidur telentang, tidak miring, atau tengkurap. Hal ini bertujuan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih umum terjadi pada bayi prematur dibandingkan pada bayi yang lahir sesuai waktunya. Bunda mungkin akan sering terjaga di malam hari hingga enam bulan setelah tanggal melahirkan yang seharusnya. Ini dikarenakan bayi prematur biasanya tidur lebih sering dibandingkan bayi lain, namun dengan durasi yang lebih singkat.

Jauhkan bayimu dari orang yang sakit

Lindungi bayi dari risiko tertular virus oleh orang-orang di sekitarnya, entah dari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang sedang menjenguk pastikan sedang tidak sakit menular. Selain itu, jauhkan bayi dari tempat umum yang tertutup selama minimal dua tahun pertama. Paparan asap kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, termasuk asap rokok pun wajib untuk dihindari karena paru-paru bayi prematur belum sempurna.

Imunisasi atau vaksin

Langkah ini diperlukan si Buah Hati Tercinta untuk melindunginya dari serangan penyakit serius. Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama dengan jadwal untuk bayi yang terlahir normal. Bedanya hanya pada vaksin hepatitis B.

Dokter juga mungkin menganjurkan pemberian vaksin flu pada bayi prematur ketika mencapai usia enam bulan. Tidak kalah pentingnya, anggota keluarga juga mungkin perlu mendapatkan vaksin flu untuk mencegah penularan flu kepada bayi prematur di rumah. Konsultasikan terlebih dahulu kepada doktermu mengenai langkah pencegahan yang tepat.

Perhatikan jadwal makan bayi

Pada awalnya, kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali sehari. Hindari pemberian jeda dari waktu menyusui ke waktu menyusui selanjutnya lebih dari empat jam untuk mencegah bayi kekurangan cairan atau dehidrasi. Bila bayi menyusu dengan cukup, salah satu tandanya dapat terlihat dari bayi yang kencing sebanyak 6-8 kali sehari.

Bila bayi sering gumoh setelah disusui, jangan panik karena hal itu normal selama berat badannya tidak berkurang. Sebaikkan berdirikan bayi di punggung dan tepuk perlahan punggungnya setelah menyusu supaya bayi bersendawa. Bila berat badan bayi prematur berkurang, periksakan dirinya ke dokter.

Kebanyakan dokter menyarankan untuk memberi asupan makanan padat pada bayi prematur sejak dia berusia 4-6 bulan terhitung setelah waktu lahir yang seharusnya. Jangan memaksakan memberi makanan padat karena bayi prematur membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mampu menelan makanan padat.

Selain perawatan bayi prematur, perawatan Bunda juga tetap perlu diperhatikan. Luangkan waktu bersama si Manis untuk mengajaknya bicara dan bercanda dengan penuh kasih. Tidak hanya bermanfaat untuk bayi, aktivitas ini juga berguna bagi Bunda untuk memulihkan kondisi emosi, menghilangkan stress.

Terlepas dari itu semua, jangan lupa untuk merawat diri Bunda sendiri dan cukupi waktu istirahat. Jangan pernah ragu untuk meminta dukungan dan menerima bantuan dari orang lain, misalnya membantu menjaga bayi ketika Bunda sedang tidur. Jangan pernah berkecil hati karena anak, siapa pun dia, merupakan anugerah yang tidak ternilai bagi orang tua selalu bersyukur karena anak adalah amanah yang paling besar. [YuQe – WartaSolo.com]


Share:

Berita Lainnya