Penyebab Janin Cacat Dalam Kandungan

Share:

Penyebab Janin Cacat Dalam Kandungan. Bukan perkara mudah bagi orangtua untuk menyadari kenyataan bahwa bayinya terlahir dalam keadaan cacat. Kekhawatiran bahwa buah hati akan mengalami kesulitan untuk bertumbuh dan berkembang seperti anak lainnya wajar jika terlintas di pikiran. Selain itu orang tua juga memikirkan bagaimana kondisi anaknya jika mengetahui ada yang kurang dalam dirinya. Bagaimana dengan psikologis anak dan bagaimana lingkungan akan menerimanya.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Faktor-faktor ini seringnya bukan merupakan faktor yang disengaja oleh orangtua, karena tidak ada orangtua yang menginginkan bayinya lahir cacat. Oleh sebab itu bagi calon orang tua sebaiknya lebih mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan bayi terlahir cacat. Setidaknya sudah ada antisipasi di awal sebelum proses kehamilan.

Sebelum mengetahui penyebab bayi lahir cacat, sebaiknya Anda mengerti terlebih dahulu apa itu bayi cacat lahir. Bayi cacat lahir adalah suatu keadaan di mana struktur dan fungsi tubuh bayi tidak normal saat lahir yang menyebabkan ketidakmampuan fisik dan mental. Beberapa kasus bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi selama satu tahun pertama kehidupannya.

Cacat lahir struktural berhubungan dengan masalah pada bagian tubuh, seperti bibir sumbing atau celah pada langit-langit mulut, cacat jantung, seperti katup jantung tidak normal, cacat anggota badan, seperti pada kaki, dan neural tube defect, seperti spina bifida.

Sedangkan yang dikatakan cacat lahir fungsional ialah yang berhubungan dengan masalah pada fungsi atau sistem anggota tubuh untuk melakukan kerjanya. Masalah ini sering menyebabkan ketidakmampuan dalam berkembang yang mencakup perkembangan sistem saraf atau masalah pada otak, seperti ditemukan pada penyandang autisme, Down syndrome, dan Prader-Willi syndrome; masalah sensorik, seperti pada penyandang masalah penglihatan dan pendengaran; gangguan metabolisme, seperti fenilketonuria dan hipotiroidisme; dan gangguan degeneratif, seperti X-linked adrenoleukodystrophy (X-ALD).

Penyebab bayi lahir cacat

Cacat lahir dapat mulai terjadi pada setiap tahap kehamilan. Cacat lahir biasanya sudah terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan, ketika organ-organ bayi mulai terbentuk. Ini merupakan masa yang sangat penting untuk perkembangan janin dalam kandungan. Namun tidak hanya di 3 bulan pertama, selama enam bulan terakhir kehamilan, cacat lahir juga bisa terjadi. Saat anggota badan atau organ anak mulai berkembangpun masih bisa terjadi cacat.  Pada masa ini, jaringan dan organ terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir dan terkadang faktor-faktor ini tidak diketahui dengan pasti sebagai penyebabnya. Sulit untuk menemukan satu faktor tepat yang menyebabkan bayi cacat lahir karena biasanya terjadi dalam gabungan dari banyak faktor. Cacat lahir bisa muncul karena faktor genetik, gaya hidup dan perilaku ibu, penggunaan obat atau bahan kimia lain, infeksi selama kehamilan, atau kombinasi dari semua faktor ini.

Faktor genetik

Ibu atau ayah dapat menjadi pembawa kelainan genetik pada bayi mereka. Kelainan pada faktor genetik terjadi ketika satu atau lebih gen tidak bekerja dengan baik atau sebagian gen hilang. Gen bisa menjadi cacat karena suatu mutasi atau perubahan yang dialami oleh gen tersebut. Kelainan pada gen dapat terjadi pada saat pembuahan (saat sperma bertemu dengan sel telur) dan hal ini tidak dapat dicegah.

Faktor gaya hidup dan lingkungan

Bayi cacat lahir bisa terjadi karena faktor lingkungan yang terjadi saat kehamilan, termasuk penggunaan obat, merokok, dan minum alkohol saat kehamilan. Faktor lainnya, seperti keracunan bahan kimia dan virus juga dapat meningkatkan faktor risiko bayi cacat lahir. Kehamilan di atas usia 35 tahun juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda rencanakan kapan waktu yang paling baik bagi Anda untuk memiliki anak, jangan pada usia yang terlalu muda atau terlalu tua.

Bagaimana mencegah bayi lahir cacat?

Kejadian bayi cacat lahir biasanya tidak dapat dicegah, tetapi ada banyak cara untuk menurunkan risiko bayi cacat. Sebaiknya wanita yang sedang merencanakan kehamilan mulai mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi asam folat sebelum konsepsi (terjadinya pembuahan, yaitu saat sperma bertemu dengan sel telur). Konsumsi makanan tinggi asam folat ini juga harus diteruskan selama kehamilan. Asam folat sangat diperlukan dalam perkembangan awal otak dan sumsum tulang belakang janin sehingga dapat membantu mencegah terjadinya cacat lahir. Mengonsumsi vitamin prenatal juga disarankan selama kehamilan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda apa saja tambahan vitamin dan mineral yang harus Anda konsumsi selama hamil.

Selain itu, sebaiknya Anda juga menghindari asap rokok, minuman alkohol, dan penggunaan obat selama dan setelah kehamilan. Beberapa obat dan vaksin dapat menyebabkan bayi lahir cacat ketika dikonsumsi saat hamil. Sebaiknya gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter jika Anda sedang mengalami sakit saat hamil.

Mempunyai berat badan yang cukup saat kehamilan juga dapat menurunkan risiko komplikasi saat hamil, seperti penyakit diabetes gestasional dan hipertensi. Hal ini turut membantu Anda menurunkan risiko mempunyai bayi cacat lahir.

Selalu memeriksakan kehamilan Anda untuk mengetahui keadaan Anda dan bayi Anda selama kehamilan minimal 3 kali periksa. Skrining prenatal tambahan mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi cacat pada bayi jika kehamilan Anda berisiko tinggi. Jika sudah mengetahuinya lebih dahulu, cacat lahir mungkin dapat diobati sebelum bayi lahir tergantung pada jenis cacat yang diderita bayi.

Semoga ulasan mengenai penyebab bayi lahir cacat bisa memberikan pengetahuan bagi calon ibu. Selalu konsumsi makanan sehat dan multivitamin tambahan yang banyak mengandung asam folat sebelum proses kehamilan sampai bayi dilahirkan dapat mminimalkan terjadinya cacat bawaan. [YuQe – WartaSolo.com]


Share:

Berita Lainnya