Tips Mengatasi Keterlambatan Bicara Pada Anak. Perkembangan anak usia dini bermacam-macam, mulai dari perkembangan kognitif, bahasa, seni, fisik motorik dll. Sebagai orang tua harus mengetahui tingkat perkembangan buah hatiya sesuai dengan usia anak. Salah satu factor yang sering dialami oleh sebagian orang tua adalah keterlambatan bicara anak.

Keterlambatan bicara anak bisa ditimbulkan karena beberapa factor antara lain factor keturunan, kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak, perbendaharaan kata anak masih sedikit, lidah anak yang masih kaku, telinga anak yang bermasalah.


Dari berbagai factor tersebut kita harus bisa mengetahui factor yang mana yang membuat sang buah hati terlambat dalam hal bicara. Apabila factor penyebab sudah diketahui akan lebih mudah bagi orang tua untuk menstimulasi anak dalam berbicara, ingat peran orang tua sangat penting dalam hal perkembangan anaknya.

Banyak cara yang bisa orang tua lakukan utuk merangsang sang buah hati untuk berkomunikasi, cara tersebut sebenarnya bisa dilakukan ketika anak masih bayi. Jadi pada saat bayi walaupun anak belum bisa kita ajak berbicara tapi bayi sudah bisa menangkap dan merekam pembicaraan kita jadi bukan suatu hal yang salah mengajak bayi bicara dan mengenalkan sesuatu hal kepada bayi. Cara yang bisa dilakukan orang tua untuk merangsang keterlambatan bicara sang buah Hati antara lain:

Stimulasi

“Rata-rata gangguan bicara terjadi karena kurang stimulasi. Karenanya penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi lebih sering di rumah. Selain kurang stimulasi, keterlambatan bicara pada anak juga terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya, orangtua menerapkan bilingual di rumah, adanya keterlambatan di aspek lain, gangguan sensori, dan gangguan pendengaran.

Stimulasi tepat pada otot lidah dan mulut juga turut mendukung kemampuan bicara. Amendi menerangkan, otot mulut dan lidah membantu bicara terutama pengucapan huruf mati atau konsonan. Jika anak cadel, biasanya otot lidah atau otot untuk mengunyah kurang berfungsi dengan baik.

Matikan televisi saat tidak ditonton. Suara televisi mengganggu konsentrasi anak mendengar percakapan.

Ajari anak bahasa isyarat.

Gunakan flash card bergambar sederhana, dan minta anak sebutkan dan mengulangi apa yang dilihatnya.

Berlatih meniup sedotan misal meniup kapas di meja. Cara sederhana ini membantu menguatkan otot wajah dan mulut yang banyak digunakan saat bicara. Anak juga bisa dilatih dengan minum menggunakan sedotan.Pilihkan sedotan unik sehingga anak merasa tertarik melakukan aktivitas ini.

Taruh benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga anak terpancing bicara meminta bantuan untuk mengambilnya. Ajarkan anak meminta bantuan menggunakan bahasa isyarat dan ajarkan cara pengucapannya.

Selalu puji anak saat berusahaan atau berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut. [Yuni – WartaSolo.com]