PRESIDEN RI Jokowi Buka Simposium Internasional Kejahatan Perikanan Di Jogjakarta. Presiden RI Joko Widodo telah membuka acara International Symposium on Fisheries Crime di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Gedung Agung Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Jogja, Senin 10 Oktober 2016 pagi. Perlu diketahui bahwa perhelatan kelas dunia ini yang membahas tentang kejahatan perikanan itu dan diikuti oleh 45 negara dari lima benua dan United Nations on Drug and Crime (UNODC). Acara ini merupakan sebuah kelanjutan yang telah diadakan tahun lalu di Cape Town, Afrika Selatan.

Dalam sambutannya yaitu Joko Widodo menegaskan bahwa lautan yang menutupi 71% dari permukaan bumi ini terancam keberlanjutannya dengan adanya data dan fakta tentang praktek kejahatan perikanan. Bahwa secara nyata telah mengurangi 90,1% dari stok ikan dunia ini. Presiden RI Jokowi didampingi oleh Ny Iriana Jokowi. Dan hadir pula dalam acara ini yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menteri Puan Maharani, Luhut Binsar Pandjaitan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.



Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan dan mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi goodwill untuk memerangi kejahatan kelautan. Susi mengatakan lagi bahwa Indonesia menjadikan laut sebagai masa depan Indonesia. Susi mengatakan ada banyak Kapal-kapal eks asing illegal yang telah beroperasi di Indonesia. Hal ini bukan saja sebuah kejahatan perikanan akan tetapi juga termasuk kejahatan manusia, human trafficking, drug, arm smuggling hingga perdagangan satwa ilegal. Susi menambahkan dalam pertemuan itu diharapkan ada pengakuan dari UNODC bila kejahatan perikanan itu harus diperangi bersama.

Tidak hanya itu saja banyak sekali kejahatan lain yang ditimbulkannya seperti penyelundupan barang, perdagangan manusia, buruh ilegal, peredaran narkoba, sehingga kejahatan ini telah berkembang pesat menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir dengan rapi. Jika dibiarkan saja akan terus menerus merajalela, maka bumi tempat tinggal kita bersama atau rumah kita bersama akan terancam keberlanjutannya dengan waktu yang lbih cepat dari yang kita fikirkan. Oleh karena, itu sangat penting untuk memerangi dengan kolaborasi tingkat global, tegas Jokowi dalam pembukaan di Ruang Garuda Gedung Agung, Jogjakarta, Senin (10/10/2016). [Om_brew-WartaSolo.com]