Marissa Haque Kembali Mendatangi Kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Hari Selasa 27 September 2016. Disebutkan bahwa artis yang merambah dunia politik belakangan ini yaitu Marissa, kedatangannya ke KPI dimaksudkan untuk menanyai bagaimana perkembangan laporannya terkait acara Rumpi dan presenter-nya yaitu Feni Rose.

Hasil kedatangannya di KPI dikatakan oleh Marissa, bahwa pelaporannya telah diproses KPI dan dikirim ke Trans TV. Bahkan, dirinya sempat bertemu dengan pihak Trans TV. Ketemu Dirutnya, yaitu Bapak Ishadi. Saya tadi bicara langsung dan kita berdua sepakat untuk ketemu lagi nanti pada hari Kamis 29 september 2016 di Trans TV tentunya. Marissa menyambut baik upaya penyelesaian yang dilakukan lewat mediasi ini. Perlu diketahui, dirinya sebenarnya memang tidak ingin menempuh jalur hukum.


Nanti dipertemuan itu ada Pak Ishadi, tim kreatif Rumpi Ikhsan. Apakah presenter seksi Feni Rose akan dipanggil, mungkin tidak. Karena presenter canti yaitu Feni Rose hanya sebagai pembawa acara program tersebut, yang jelas ada orang di belakang itu, ujarnya.


Mantan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Azimah Subagijo ikut angkat bicara terkait masalah keberatan artis senior istri Ikang Fauzi yaitu Marisa Haque terhadap tayangan salah satu program televisi, Rumpi No Secret edisi 16 September 2016. Menurut Azimah Subagio keberatan dari artis senior Marisa Haque terhadap isi tayangan itu adalah hal yang wajar. Tinggal bagaimana KPI dapat menganalisis copy siar program yang dimaksud tersebut. KPI bisa melakukan mediasi antar para pihak yang terkait untuk mencari solusi dan persoalan ini dapat diselesaikan serta ke depan dapat diantisipasi untuk tidak terulang lagi.

Televisi menggunakan ranah publik bernama frekuensi. Jadi, bila ada salah satu masyarakat yang keberatan terhadap salah satu program siaran yang ditayangkan oleh salah satu televisi, menurut saya ini hal yang sangat wajar, ujar Azimah pada Fajar.co.id, Senin (19/09/2016). Azimah juga menyarankan kepada Marisa Haque, supaya menghubungi KPI dan meminta untuk memediasi persoalan ini dengan pihak Trans TV. Tujuannya agar diperoleh titik temu sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dan ke depan tidak terulang lagi. [Om_brew-WartaSolo.com]