Berita Terbaru Solo Terkini Hari Ini: Aksi Begal di Sragen, Korban Anak SMP Masaran. Aksi begal terhadap bocah SMP terjadi di Sragen beberapa waktu lalu. Korbannya bernama Dimas, warga Dukuh Wonorejo RT 009/RW 003, Desa Sepat, Masaran Sragen. Bocah SMP negeri di Masaran Sragen berusia 14 tahun tersebut mengalami pembegalan oleh orang tak dikenal sehingga sepeda motor baru Yamaha Mio GT berikut STNK dan uang tunai ratusan ribu dibawa lari pembegal.

Seperti dikutip WartaSolo dari laman Solopos.com, Rabu (28/9/2016), sudah semenjak membeli motor Yamaha Mio GT warna kombinasi merah muda dan putih, Dimas tertarik untuk mengendarainya, padahal sudah diwanti-wanti tak memakai sepeda motor baru itu.


“Saya sudah mewanti-wanti kepadanya sejak motor baru itu datang. Pokoknya tidak boleh pakai motor ini. Motor itu yang biasa saya pakai bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan kontruksi baja di Sidoharjo, Sragen,” kata Bagas Setiadi, 18, kakak Dimas.

Ceritanya berawal ketika Hari Raya Idul Adha lalu, keluarga Dimas mendapatkan bagian daging kurban yang berlimpah. Mereka ingin berbagi daging kurban kepada simbahnya yang tinggal di Ngasinan Wetan, Desa Gebang, Masaran. Lokasi rumah simbah tersebut berjarak 2-3 km dari Wonorejo.

Akhirnya, Dimas lah yang berangkat mengantar daging ke rumah simbahnya. Tanpa sepengetahuan Bagas, Dimas pun mengendarai motor baru yang dibeli dengan uang muka Rp5 juta pada Januari 2016 lalu. Daging seplastik ditaruh di bagasi motor. Dimas mengendari motor baru melewati Jl. Cungkul-Masaran. Sesampainya di tengah jalan tiba-tiba diadang dua orang lelaki berumur separuh baya.


“Dua laki-laki-laki menanyai Dimas. Rumahnya mana? Anaknya siapa? Dan ada masalah apa? belum sempat dijawab, Dimas didorong sampai jatuh dan motor baru itu dirampas dan dibawa kabur. Dimas hanya bisa menangis sembari berteriak minta tolong,” kisah Bagas.

Padahal di bagasi motor itu tidak hanya berisi daging kurban, tetapi juga ada surat tanda nomor kendaraan (STNK) dengan pelat nomor AD 5765 AYE, uang gaji selama 3,5 hari senilai Rp450.000, dan uang tabungan senilai Rp400.000.

“Begalnya itu mujur, dapat daging, dapat motor dengan suratnya, dan uang tunai. Akibat peristiwa itu, Dimas mengalami shock berat dan sering menangis. Kasihan dia! Sekarang sudah mau berkomunikasi lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, ada kasus kehilangan motor Honda Supra X milik petani tak jauh dari lokasi kejadian perampasan motor itu. Kapolsek Masaran AKP Mujiyono mewakili Kapolres Sragen Cahyo Widiarso saat dihubungi Solopos.com mengaku masih menyelidiki kasus itu.

Dia menyatakan perampasan motor itu masuk dalam delik pidana penggelapan dan atau penipuan dengan modus pelaku meminta motor korban dengan alasan motor bermasalah. Dia menerangkan pihak keluarga korban sudah membuat pengaduan ke Polsek.

“Kami pun menindaklanjuti aduan itu dengan penyelidikan dan antisipasi kasus serupa lewat peningkatan kegiatan patroli, kegiatan operasi gabungan Polsek di eks kawedanan Sragen Kota, dan kegiatan pembinaan serta penyuluhan kepada warga agar anak-anaknya dilarang menaiki kendaraan bermotor sendiri apalagi masih di bawah umur,” kata Muji. [Nailah Azka – WartaSolo.com]