Kondisi Memprihatinkan, 18 Orang Tewas Dan 1.000 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang Garut Jabar. Dari data sementara, delapan orang tewas dan satu dikabarkan masih hilang akibat peristiwa alam banjir bandang tersebut. Banjir tersebut terjadi akibat hujan yanga sangat deras yang terus mengguyur pada Selasa 20 september 2016 malam. Jumlah korban jiwa dalam banjir bandang di Kabupaten Garut mencapai 18 orang. Jumlah itu bisa bertambah karena 12 korban yang belum ditemukan.

Banjir ini menyebabkan debit air sungai Cimanuk dan Cikamuri bertambah sehingga meluap ke daerah-daerah disekitarnya. Tidak hanya menerjang rumah-rumah penduduk, akan tetapi air akibat banjir bandang tersebut juga menggenang di RSUD dr Slamet Garut, Jabar.


Banjir bandang tersebut menerjang ke sejumlah daerah seperti Bayongbong, Taragong Kidul, Taragong Kaler, Banyuresmi dan Karangpawitan dini hari tadi sekitar pukul 01.00 Wib. Sejauh ini pihak-pihak terkait masih mendata berapa jumlah korban bencana bandang banjir tersebut.


banjir bandang garut jabar

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut disebutkan, seribuan pengungsi diungsikan di Korem 062 Tarumanegara, Kodim 0611 Garut, dan beberapa pos pengungsian lain. Longsor menimbun dua rumah, dan dua orang ditemukan tewas. Dua orang lagi masih dicari, dicemaskan tertimbun longsor,’ kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara BNPB.

Semoga tabah bagi yang terkena musibah kali ini. Dan untuk sanak family yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan atas tragedi banjir bandang ini. Bagi saudara-saudara yang mau membantu semoga tepat sasaran dan sangat bermanfaat untuk tragedi alam ini. [Om_brew-WartaSolo.com]