Hati-hati Konsumsi Mengkudu Bagi Ibu Hamil. Mengkudu, buah dengan bau dan rasa yang tidak sedap, ternyata banyak dicari oleh masyarakat. Konon sebagai obat tradisional, mengkudu memiliki banyak khasiat yang bisa menyembuhkan berbagai macam kondisi. Tapi berhati-hatilah bagi ibu hamil yang ingin mengkonsumsi buah mengkudu sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Tapi meski demikian secara medis manfaat buah yang memiliki nama latin morinda citrifolia ini masih diragukan. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menyatakan keabsahannya.

Mengkudu merupakan sejenis pohon cemara tropis yang biasa dijumpai di Kepulauan Pasifik, India, Australia, dan Asia Tenggara. Buah ini mengandung sejumlah fitokimia, yaitu zat pada buah-buahan yang bisa mencegah penyakit. Jenis fitokimia yang ada antara lain asam lemak, lignan, alkaloida, beta-sitosterol, flavonoid, dan iridoid. Menurut penelitian, belum ada cukup bukti yang kuat untuk menyimpulkan efek positifnya pada kesehatan.


Selain itu, mengkudu juga mengandung sejumlah nutrisi-nutrisi lain, seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B3, potasium, kalsium, katekin, damnacanthal, sodium, zat besi, serat, dan karbohidrat. Ada sebagian masyarakat yang percaya buah ini dapat mengobati berbagai penyakit, antara lain pilek, sakit kepala, diabetes, kolesterol, tekanan darah tinggi, rematik, alergi, infeksi, peradangan, penyakit jantung, psoriasis, HIV, kanker dan lain-lain.

Hati-hati Konsumsi Mengkudu Bagi Ibu Hamil

Di Indonesia sendiri, mengkudu diproduksi dalam bentuk kapsul, bubuk, teh, jenis minuman, dan kosmetik. Produk-produk tersebut pun sudah teregistrasi di BPOM RI. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengakaji khasiat mengkudu. Penelitian menunjukkan hasil yang positif, namun hanya berlaku pada hewan dan studi laboratorium. Sementara untuk manusia, penelitian baru saja dimulai. Jadi belum ada pembuktian medis yang kuat untuk keabsahan manfaat mengkudu dalam mengatasi berbagai kondisi pada manusia.

Berikut ini adalah hasil penelitian mengkudu pada manusia yang masih membutuhkan kajian lebih lanjut.


  • Kanker. Penelitian tahap awal merekomendasikan untuk mengonsumsi 6-8 gram mengkudu tiap hari. Hal itu mungkin bisa membantu tingkat energi dan penanganan rasa sakit pada penderita kanker stadium lanjut. Meski begitu, mengkudu belum terbukti berdampak positif pada ukuran tumor.
  • Meningkatkan stamina. Minum jus yang mengandung campuran mengkudu, anggur, dan blackberry selama 21 hari bisa meningkatkan stamina pelari jarak jauh saat latihan.
  • Gangguan pendengaran. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi jus mengkudu sebanyak empat ons tiap hari selama tiga bulan tidak meningkatkan pendengaran wanita yang mengalami gangguan pendengaran.
  • Mual dan muntah pasca operasi. Menurut penelitian, mengkudu bisa mengurangi mual pascaoperasi. Tapi sepertinya tidak berpengaruh dalam mengurangi gejala muntah-muntah.
  • Tekanan darah tinggi. Penelitian awal menunjukkan bahwa dengan meminum empat ons jus mengkudu Tahitian tiap hari selama sebulan, dapat mengurangi tekanan darah pada orang yang memiliki kondisi tersebut.
  • Osteoartritis. Minum tiga ons jus mengkudu Tahitian tiap hari selama 5 bulan dapat mengurangi kebutuhan untuk mengonsumsi obat pereda rasa sakit pada penderita osteoartritis.

Selain manfaat yang sudah kita ulas diatas, penelitian lebih lanjut juga masih diperlukan untuk kondisi seperti batuk, sakit perut, diabetes, konstipasi, maag, masalah pada organ hati, migrain, infeksi, gangguan pencernaan, gangguan ginjal, katarak mata, asma, depresi, mengurangi tanda-tanda penuaan, dan kondisi lainnya.

Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Mengonsumsi Mengkudu

Layaknya buah-buahan pada umumnya, mengkudu yang masih berbentuk buah kemungkinan aman untuk dikonsumsi, namun keamanan mengkudu mungkin akan diragukan ketika Anda mengonsumsinya dalam bentuk obat-obatan. Langkah terbaik adalah mengonsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi mengkudu baik dalam bentuk buah maupun obat secara teratur.

Ada beberapa kalangan yang sebaiknya menghindari mengkudu karena efeknya belum diteliti sepenuhnya dan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Ibu hamil dan menyusui. Sejak dahulu kala, mengkudu dipercaya bisa berdampak buruk untuk janin. Hindari buah ini jika Anda sedang hamil. Meski belum ada penelitian yang kuat, lebih baik hindari mengkudu jika Anda sedang menyusui.
  • Memiliki penyakit organ hati. Mengkudu dikaitkan dengan penyakit yang bisa merusak organ hati. Beberapa orang yang mengonsumsi mengkudu dalam bentuk teh dan jus dilaporkan mengalami kerusakan organ hati setelah meminumnya selama berminggu-minggu. Namun hingga kini belum jelas apakah kerusakannya disebabkan oleh mengkudu atau hal lainnya. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya hindari mengkudu jika Anda memiliki penyakit organ hati agar tidak memperparah keadaan.
  • Memiliki kadar potasium tinggi. Mengonsumsi mengkudu bisa meningkatkan kadar potasium Anda menjadi makin tinggi. Potasium tinggi pada tubuh bisa menyebabkan kelelahan, mual, sulit bernapas, penyakit ginjal, serta yang paling parah adalah kelumpuhan dan masalah jantung. Penderita penyakit ginjal sebaiknya menghindari produk ini.

Berhati-hatilah saat ingin mengonsumsi sesuatu, termasuk bahan alami seperti buah mengkudu. Pelajari dengan baik jika ingin melakukan pengobatan secara tradisional memakai buah-buahan. Dan yang terpenting, selalu konsultasikan kepada dokter sebelum memasukkan zat apa pun ke tubuh. Semoga ulasan diatas bermanfaat dan menambah ilmu bagi pembaca. [Yuni – WartaSolo.com]