Kronologi Meninggalnya Shinta Muin Pemain Tukang Bubur Naik Haji. Berita meninggalnya pemain sinetron Tukang Bubur Naik Haji, Shinta Muin benar-benar mengejutkan banyak pihak. Karena pada jam 4 kemarin (20/9/2016), ia masih berkunjung ke kantor Parfi di Pusat Perfilman.

Akan tetapi tak selang beberapa lama, tiba-tiba almarhumah Shinta Muin terjatuh. Di sana, pemain sinetron kelahiran 10 Juni 1948 ini ditolong oleh kawan – kawannya.


Almarhumah sempat sadar dan minta air hangat, selain itu Almarhun juga sempat makan bubur. Karena tubuhnya masih lemas, beliau pun diantar ke RS MMC, Jakarta Selatan. Diduga beliau meninggal dalam perjalanan menuju MMC.

Kronologi Meninggalnya Shinta Muin Pemain Tukang Bubur Naik Haji


Hingga semalam, jenazah terpantau masih berada di rumah sakit MMC. Jenazah shinta rencananya akan dibawa ke rumah duka, di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat untuk disemayamkan.

Beberapa kerabat almarhumah terlihat sudah mulai berdatangan ke rumah sakit MMC. Tak terkecuali ketua umum PARFI dan beberapa anggota lainnya. Sebab, menurut info yang didapat, almarhumah sempat mengunjungi kantor PARFI sebelum akhirnya ajal menjemput.

“Iya, menurut info beliau mau ke sana. Mungkin untuk ketemu kangen akhir,” ujar Andry, ketua umum PARFI, di rumah sakit MMC, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016) malam.

Shinta Muin meninggal dunia pada usia 61 tahun. Ia meninggalkan seorang suami dan seorang anak. Menurut rencana, malam ini almarhumah disemayamkan di rumahnya, Jalan Kali Pasir Gang Tembok. [Yuni – WartaSolo.com]