Makanan Organik Untuk Si Buah Hati Beserta Manfaatnya. Setelah anak berusia 6 bulan, sudah saatnya Bunda mengenalkan sang bayi dengan makanan selain ASI atau biasa disebut MPASI. MPASI atau makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman selain ASI yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan sang bayi agar tumbuh kembangnya semakin optimal. Patut diingat bahwa peran MPASI bukan sebagai pengganti ASI tapi untuk melengkapi ASI. Tapi pada praktiknya, bagi orangtua baru memiliki bayi akan kesulitan memilih makanan yang benar-benar sehat. Karena kenyataannya, banyak sekali makanan yang dijual ternyata mengandung zat pestisida yang berdampak buruk pada kesehatan sang bayi kelak.

Beruntung sekarang mudah menemukan bahan makanan organik di supermarket-supermarket khusus. Makanan organik adalah makanan yang diproduksi menggunakan metode yang tidak melibatkan pestisida atau pupuk kimia. Pada intinya, makanan organik dikembangkan atau diproduksi secara alami, tanpa rekayasa genetika, tanpa hormon pertumbuhan, tanpa antibiotik, dan tanpa vaksinasi.


Memberikan anak Anda makanan organik artinya Anda menjauhkan dan melindunginya dari bahaya racun pestisida. Berikut alasan yang bisa menjadi acuan Anda pentingnya makanan organik buat si kecil. Manfaat makanan organik bagi kesehatan anak.

Makanan organik untuk anak dapat membantu anda memastikan tubuh anak memiliki nutrisi yang cukup dan dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh hormon dan antibiotik produk lainnya. Anda harus tahu bahwa tubuh bayi itu sangat rapuh; apabila lingkungan sekitar si bayi tidak sehat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, gangguan pada kulit, dan berbagai iritasi dan penyakit lainnya.
Oleh karena itu, banyak orangtua memutuskan memilih produk organik seperti deterjen, bahan organik untuk furnitur dan pakaian khusus bagi si buah hati. BACA JUGA: Pentingnya Imunisasi dan Efeknya Terhadap Anak.

Dibawah ini Anda akan diberikan manfaat dari makanan organik untuk anak-anak.

Tidak mengandung pestisida. Di zaman sekarang, banyak pertanian modern menggunakan pestisida pada hasil pertaniannya dalam jumlah yang besar. Lain halnya dengan produk organik, mereka sama sekali tidak bersentuhan dengan pestisida sehingga aman bagi anak-anak. Sekian banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh pestisida seperti kanker, gangguan pernafasan, endokrine dan gangguan sistem kekebalan tubuh sudah sewajarnya para orangtua untuk khawatir. Seperti ungkapan Dr. Elizabeth Knapp dari Austin Regional Clinic “Nutrisi yang baik merupakan langkah penting untuk membantu anak memiliki tubuh yang kuat sebagai penopang kehidupan si kecil”


Antibiotik. Pada pertanian nonorganik, hewan ternak sering sekali diberi antibiotik melalui pakan ternak sehingga berdampak pada kualitas susu ataupun daging hewan ternak tersebut. Masalah lainnya selain antibiotik, hewan ternak terkadang juga diberi hormon pertumbuhan yang mana memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan si kecil khususnya bagi bayi di bawah lima tahun, karena anak di usia itu lebih sensitif pada ketika mendapat paparan dari unsur-unsur yang berbahaya. Rata-rata seorang anak lahir dengan total sebanyak 200 racun dan karsinogen (penyebab kanker) ditubuhnya melebihi batas mematikan hingga mencapai usia dua tahun. Dengan memberikan asupan makanan yang sehat akan mengurangi resiko anak terkena penyakit tersebut.

Sinar radiasi. Apakah anda pernah bertanya dalam hati kenapa bahan makanan dan sayura organik lebih cepat busuk dibandingkan bahan makanan lain yang ada disupermarket?. Alasannya adalah banyak produk makanan yang mendapatkan proses sinar radiasi yang berguna untuk membunuh bakteri pengurai sehingga makanan dapat bertahan lebih lama.
Proses radiasi ini tentu saja tidak baik karena struktur molekul dan kandungan gizi pada makanan dan sayuran tersebut sudah berubah dan pada akhirnya mengandung bahan berbahaya seperti radioaktif, sinar x dan elektron dalam jumlah besar. Oleh karena itu sebagai catatan bagi orangtua bahwa makanan berbahankan organik sangat aman dikonsumi anak karena kandungan organisme baik masi hidup ketika dikonsumsi.

Kualitas nutrisi. Sebuah penelitian yang didanai oleh Uni Eropa menyebutkan buah organik dan sayuran mengandung 50% bahan antioxidant, dapat menetralkan radikal bebas, mengurangi resiko terkena kanker dan serangan jantung.
Bahan organik ini juga memiliki lebih banyak vitamin dan mineral serta kandungan zinc dan zat besi. Hasil dari sebuah studi yang memberi keterangan bahwa seseorang yang memakan produk organik memilik sistem kekebalan tubuh yang kuat, jam tidur yang normal,dan lebih kecil kemungkinan terkena obesitas.

Rasa. Rasa dari makanan berupa buah dan sayuran organik ternyata jauh lebih unggul dari bahan makanan biasa, sehingga rasanya perlu untuk setiap rumah makan menambahkan menu ini di daftar masakan mereka.Para peneliti percaya bahwa asupan dengan bahan organik untuk anak-anak mereka lebih baik karena telah melewati proses pengawasan dan kontrol yang ketat.

Melalui pengawasan tersebut dapat dipastikan bahwa anggota keluarga akan bebas dari pestisida,antibiotik dan hormon pertumbuhan yang tidak sehat. Untuk memastikan kebutuhan nutrisi untuk kebutuan si buah hati, ada baiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak anak terdekat di kota anda. [Yuni – WartaSolo.com]